Arsenal Kontra PSG, Bakal Seru di Puskas Arena

Laga final Arsenal kontra PSG, siapa yang berjaya?

BUDAPEST – Arsenal berhadapan dengan Paris Saint-Germain (PSG) pada final Liga Champions (UCL) 2025/2026 yang berlangsung di Stadion Puskas Arena, Budapest, Sabtu (30/5)  pukul 23.00 WIB.

Arsenal di bawah asuhan pelatih Mikel Arteta berpeluang menambah gelar musim ini, selepas sukses mengunci trofi juara Liga Inggris (EPL) 2025/2026.

The Gunners juga dalam misi menebus kegagalan di final edisi 2006 lalu. Jika skenario tersebut berakhir sukses, maka Arsenal tercatat merebut trofi perdana UCL sepanjang sejarah klub.

PSG selaku juara bertahan, juga dalam misi menjadi tim pertama asal Prancis yang mampu mempertahankan trofi Liga Champions Eropa. Tim berjuluk Les Parisiens asuhan pelatih Luis Enrique punya andalan lini depan yang dikenal tajam.

Jika sanggup  mengalahkan PSG, maka klub asal London Utara tersebut bakal menebus kegagalan di final 2006 saat kalah dari Barcelona.

“Kami memiliki kesempatan luar biasa untuk menulis sejarah baru di klub sepak bola kami, dan yakin bahwa kami akan melakukannya. Dengan keyakinan penuh, bahwa dalam beberapa hari ke depan kami bisa menjadi juara Eropa,” ucap Arteta, dikutip dari Daily Post.

Kapten Arsenal, Martin Odegaard, menegaskan bahwa timnya akan tampil menggila melawan PSG untuk meraih gelar juara. “Saya merasa sangat luar biasa, saya merasa sangat antusias. Suasana hati dan energi tim berada di level tertinggi, jadi kami hanya perlu membawa hal tersebut ke laga final, bersiap menghadapinya, dan tampil menggila,” kata Odegaard seperti dikabarkan oleh situs UEFA.

Di sisi lain, PSG selaku tim juara bertahan juga tampil luar biasa musim ini. Meski sempat menelan kekalahan pada laga terakhir di liga domestik kontra Paris FC, Les Parisiens tetap punya kans menjadi tim Prancis pertama yang sukses mempertahankan gelar UCL beruntun.

Pelatih PSG, Luis Enrique, menyoroti organisasi permainan yang dimiliki Arsenal. Ia berencana menerapkan struktur pertahanan baru untuk meredam agresivitas lawan. Enrique mengakui The Gunners bukan lawan mudah.

“Mereka adalah tim bertahan terbaik di Eropa, dan sudah seperti itu selama beberapa tahun. Itu kombinasi yang eksplosif. Mereka tidak bergantung pada satu pemain. Mereka mencetak banyak gol dari situasi bola mati, dan memiliki kombinasi sebagai tim yang tidak kebobolan besar namun mencetak banyak gol,”  kata Enrique, dikutip dari Football London.

Penyerang PSG, Ousmane Dembele mengaku siap melakoni laga final nanti. Pemegang Ballon d’Or ini menjadi ancaman utama PSG di lini serang.

“Laga nanti bakal seru. Kedua tim sama-sama kuat. Kami sudah siap melakoninya. Kami ingin mempertahankan gelar, tetapi kami juga sadar Arsenal datang  dengan motivasi tinggi. Jadi tim yang lebih siaplah yang akan jadi pemenang. Dan saya yakin, tim kami sangat siap,” kata Dembele di situs klub.

Legenda Arsenal Paul Merson memprediksi pertandingan final Liga Champions tidak akan berjalan terbuka. Menurutnya, Paris Saint-Germain bisa juara asal tidak kebobolan lebih dulu.

“PSG akan menunjukkan respek kepada Arsenal. Ini tidak akan seperti saat melawan Bayern Munich di leg pertama, di mana pertandingannya terbuka dan seperti ‘kamu cetak gol, maka saya juga’. Kalau PSG ingin memenangi final ini, mereka tidak boleh membiarkan Arsenal mencetak gol lebih dulu,” ujar Merson di Sportskeeda.

Untuk susunan pemain, Arteta diprediksi menurunkan David Raya (k); Cristhian Mosquera, William Saliba, Gabriel Magalhaes, Piero Hincapie; Myles Lewis-Skelly, Declan Rice; Bukayo Saka, Martin Odegaard, Leandro Trossard dan Viktor Gyokeres, dengan formasi 4-2-3-1. 

Sementara Enrique diperkirakan memaikan  Matvey Safonov (k); Warren Zaire-Emery, Marquinhos, Willian Pacho, Nuno Mendes; Joao Neves, Vitinha, Fabian Ruiz; Desire Doue, Ousmane Dembele dan Khvicha dengan formasi  4-3-3.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *