Ruben Amorim dan Bruno Fernandes, optimis akan kebangkitan Manchester United.
MANCHESTER – Manchester United (MU) sedang melakukan perubahan di skuad. Kegagalan The Red Devils pada musim lalu membuat manajer Ruben Amorim melakukan perubahan besar.
Beberapa pemain yang membuat kondisi tim tidak kondusif sudah siap-siap dilepas. Marcus Rashford sudah dipinjamkan ke Barcelona, empat pemain lainnya masih menunggu nasib.
Dalam laga-laga pramusim yang sudah dijalani MU, Amorim bisa melihat perubahan dari skuad asuhnya. MU mencatatkan dua kemenangan dan dua hasil imbang dalam empat pertandingan.
Pertandingan terbaru di mana Man United hanya mencatatkan hasil imbang 2-2 melawan Everton di Mercedes-Benz Stadium, Senin (4/8) dini hari WIB. MU mencetak gol via Bruno Fernandes dan Mason Mount. Disamakan oleh Everton dengan gol Iliman Ndiaye dan gol bunuh diri Ayden Heaven.
“Saya pikir ini sangat penting, terutama saat anda kalah. Terkadang anda mempunyai perasaan saat kalah, mari sedikit ubah standar agar mereka bisa bersama saya. Saya tak merasakan itu musim lalu dan mereka juga melihat itu. Jadi, mereka mengerti bahwa ketika saya mengatakan satu hal, saya akan melakukan itu. Itu sangat penting. Dan saya pikir perubahan kultur adalah urusan klub, dibanding urusan manajer. Saya tak bisa melakukan segalanya sendirian,” kata Amorim di Manchester Evening News.
Amorim mempunyai aturan baru untuk skuadnya. Para pemain Setan Merah ditegaskannya tak boleh diperlakukan seperti bayi. “Tapi, saya pikir kami sudah meningkat setiap departemen: departemen medis, nutrisi, kami mempunyai chef baru, kami mempunyai aturan baru. Kami mempunyai aturan yang tidak memperlakukan pemain-pemain seperti bayi. Mereka mempunyai anak. Saya memperlakukan mereka seperti seorang pria, tapi mereka mempunyai aturan,” ujarnya.
Amorim juga memberikan penilaiannya untuk penampilan perdana Bryan Mbeumo. Amorim menilai kondisi Mbeumo belum sempurna.
Mbeumo diturunkan sebagai starter dalam pertandingan itu. Penyerang yang direkrut dari Brentford itu terlihat dua kali menguji kiper Everton Jordan Pickford. Mbeumo lantas ditarik keluar saat pergantian babak. Amorim mengakui Mbeumo masih harus meningkatkan kondisi fisiknya.
“Saya kira dia main bagus. Tentu saja dia masih perlu meningkatkan banyak hal. Kalian bisa lihat fisik Bryan belum sempurna, itu wajar, tapi sentuhan, cara dia berputar dan terhubung dengan yang lain, pergerakannya, itu sangat penting. Dan dia akan sangat penting untuk tim kami,” ujar Amorim di situs resmi klub.
Sebagaimana diketahui MU baru melewati salah satu musim terburuknya pada 2024/2025. Setan Merah hanya finis di peringkat ke-15 di Premier League. MU juga menutup musim tersebut dengan kegagalan di final Liga Europa. Mereka harus puas jadi runner-up usai kalah dari Tottenham Hotpsur.
Jika ditarik ke belakang, MU hanya meraih dua trofi dalam delapan musim terakhir. Mereka menjuarai Piala FA 2023/2024 dan Carabao Cup 2022/2023.
Bruno Fernandes meminta Manchester United untuk mengembalikan mental juara. Ia menantang para pemain untuk menunjukkannya di atas lapangan.
“Setiap hal kecil penting. Di klub ini Anda tidak boleh melakukan kesalahan di dalam maupun luar lapangan karena klub ini terlalu besar di dunia dan Anda bisa dihukum gara-gara itu. Anda dapat perhatian dari media, dari fans, dan Anda harus menyadari itu. Kultur klub ini adalah juara. Kami harus mengembalikan itu. Banyak orang menderita karena ini dan sekarang waktunya bagi kami para pemain untuk menunjukkannya di lapangan,” ujar Fernandes seperti dilansir Sky Sports.
MU dihadapkan pada lima laga awal Liga Inggris 2025/2026. Dimulai dengan laga kandang melawan Arsenal (17/8), lalu Fulham, Burnley, Manchester City dan Chelsea berturut-turut.
Kiper Manchester United Tom Heaton mengatakan, timnya diselimuti atmosfer positif. MU bertekad melaju kencang sejak awal 2025/2026.
“Sejauh ini sangat bagus. Musim lalu, tanpa mengungkitnya, adalah musim yang menantang di banyak aspek. Klub menjalani masa transisi, sebuah perubahan. Apa itu? Well, di dalam dan di sekitar sepakbola, perubahan staf, banyak orang datang, banyak orang keluar, dan itu membuat sebuah musim yang menantang. Jadi di belakang sebuah musim yang menantang, kami datang ke musim ini dan sejauh ini rasanya ada sebuah perubahan,” kata kiper veteran Inggris itu kepada MUTV.***
