Aliansi Ojol Cirebon Bersatu Tantang Dedi Mulyadi untuk Bikin Perda

Ratusan pengemudi ojek online yang tergabung dalam Aliansi Ojol Cirebon Bersatu menantang Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Mereka mendesak orang nomor satu di Jabar itu untuk membuat Perda yang berpihak pada kesejahteraan driver online di seluruh Jabar.

CIREBON (LB)- Ratusan pengemudi ojek online yang tergabung dalam Aliansi Ojol Cirebon Bersatu menantang Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi untuk membuat Perda yang berpihak pada kesejahteraan driver online di seluruh Jabar.

Aliansi Ojol Cirebon Bersatu juga meminta KDM untuk hadir langsung di Cirebon dan mendengar langsung keluhan driver ojol yang selama ini merasa kurang mendapatkan perlindungan.  Baik dari pemerintah daerah, maupun dari perusahaan aplikator.

“Kami tantang Kang Dedi datang ke sini. Temui kami dan buktikan keberpihakannya kepada rakyat kecil. Berani tidak buat Perda yang menyejahterakan driver ojol,” teriak Koordinator Aksi Aliansi Ojol Cirebon Bersatu, Tryas saat unjuk rasa di Balai Kota Cirebon, Selasa (15/4).

Aksi Aliansi Ojol Cirebon Bersatu itu digelar setelah para pengemudi ojol kecewa karena tidak dapat bertemu langsung dengan Wali Kota Cirebon yang tidak berada di tempat saat aksi berlangsung. 

Mereka sebelumnya juga sempat melakukan aksi di depan Kantor Grab di Kompleks Ruko CSB Mall, namun kantor tersebut juga dalam keadaan kosong dan hanya dijaga oleh satu orang petugas keamanan.

Dalam aksinya, para pengemudi menyoroti sejumlah persoalan yang membebani mereka, termasuk keberadaan layanan Grab Bike Hemat Berbayar yang dinilai merugikan driver lain dan melanggar aturan yang berlaku.

“Sebelumnya hanya tiga ribu perak, kenapa sekarang menjadi tiga belas ribu.  Walaupun itu bukan  paksaan tapi  driver yang lain menganggur tidak mendapatkan penumpang. Karena dengan membayar,  driver akan mudah untuk mendapatkan penumpang,” ujar Tryas .

Ia juga menyoroti potongan jasa aplikasi yang mencapai 20% atau bahkan lebih dari penghasilan driver.  Mereka meminta agar potongan ini dikurangi menjadi 10 persen saja. Karena aplikator hanya menyediakan platform, sedangkan semua beban operasional dibebankan kepada driver.

“Kami sangat kecewa. Kami berjuang untuk kesejahteraan bersama, tapi tak ada satu pun pejabat yang hadir menemui kami,” ungkapnya.

Tryas menegaskan, jika aspirasi mereka tidak segera ditanggapi, maka aksi lanjutan akan digelar minggu depan dengan jumlah massa yang lebih besar lagi. *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *