DPRD DKI Minta Pramono Tunda Relokasi Pasar Barito

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), August Hamonangan, meminta Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menangguhkan rencana relokasi pedagang Pasar Barito, Jakarta Selatan.

JAKARTA (LB)- Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), August Hamonangan, meminta Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung untuk menangguhkan rencana relokasi pedagang Pasar Barito, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Permintaan itu ia sampaikan langsung kepada Pramono saat menyampaikan interupsi dalam sidang penandatanganan pakta integritas pengesahan Rancangan APBD Tahun Anggaran 2026 Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Senin (4/8).

“Mohon Bapak Gubernur DKI Jakarta memikirkan dengan matang. Setidaknya relokasi (Pasar Barito) ditangguhkan,” ucap August.

Menurut August, rencana relokasi ini berkaitan dengan proyek pembangunan Taman ASEAN atau Taman Bendera Pusaka yang akan menggabungkan tiga taman di wilayah Blok M. Namun, ia menilai rencana itu bisa mengorbankan keberadaan Pasar Burung Barito yang sudah dikenal sejak 1979. “Mengapa kita mengorbankan ikon dan para pedagang kecil, mereka hanya butuh untuk mencari makan demi menghidupi keluarganya sementara kita berbangga untuk membuat taman simbolis,” kata dia.

Di sisi lain, August mengkritik lokasi baru yang disiapkan oleh Pemprov DKI untuk pedagang Pasar Barito, yakni Jalan Raya Lenteng Agung Timur, RT 07/07, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Ia menilai, lokasi pengganti tersebut kini masih berupa lahan kosong dan belum jelas kesiapan maupun penerimaan dari warga sekitar.

Sementara itu, pedagang Pasar Barito sudah diterima baik oleh warga di lokasi lama. August menegaskan bahwa Pemprov DKI seharusnya memikirkan relokasi yang benar-benar memberikan tempat layak, nyaman, dan diterima masyarakat sekitar, sebelum memutuskan memindahkan para pedagang.

“Mohon Bapak Gubernur DKI Jakarta memikirkan dengan matang. Setidaknya ikon pasar burung barito bisa dipertahankan,” ungkap August.

Adapun, Pramono sempat menyebut rencana pemindahan pedagang Pasar Burung Barito sudah disosialisasikan sejak lama.

Wali Kota Jakarta Selatan sudah bertemu dengan pedagang dan memberi surat pemberitahuan. Dalam surat itu, batas waktu pengosongan kios adalah Minggu (3/8/2025), dan pembangunan taman akan dimulai pada Jumat (8/8/2025). Para pedagang, diklaim Pramono telah menandatangi surat pernyataan menyetujui direlokasi ke kawasan Lenteng Agung. “Saya yakin akan selesai. Mereka sudah menandatangani akan pindah tanggal 3,” kata Pramono. *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *