Pintu gerbang SDN Kuranji Kota Serang disegel oleh pihak yang mengaku ahli waris, Rabu (16/7).
SERANG (LB)- Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kuranji, yang terletak di Kecamatan Taktakan, Kota Serang, kembali disegel oleh pihak yang mengaku sebagai ahli waris lahan, Ahmad Bin Sanim. Penyegelan ini terjadi pada Rabu (16/7), tepat di hari ketiga tahun ajaran baru, dan dilakukan dengan cara memasang bambu di dua pintu akses masuk sekolah.
Sebelumnya, pada 4 Maret 2025, segel yang terpasang sejak Agustus 2023 itu sempat dibuka oleh Wali Kota Serang, Budi Rustandi.
Kepala SDN Kuranji, Desi Pristiwanti, menyatakan kekecewaannya atas penyegelan tersebut. “Disegel lagi, tentu kami sedih. Karena ini tahun ajaran baru, kami inginnya sekolah berjalan dengan normal, nyaman, dan aman,” ujarnya kepada wartawan di lokasi.
Desi menambahkan bahwa penyegelan membuat siswa dan guru merasa tidak nyaman dan khawatir, yang dapat mengganggu aktivitas belajar mengajar. “Kami ingin sekolah Kuranji seperti sekolah pada umumnya, masuk dari pintu gerbang, dan pulang pun dari pintu gerbang. Tidak harus lewat belakang,” ungkapnya.
Saat ini, siswa dan guru terpaksa menggunakan pintu belakang untuk masuk ke area sekolah, yang menimbulkan ketidaknyamanan.
Desi pun meminta kepada Wali Kota Serang untuk segera menuntaskan persoalan yang berkepanjangan ini. “Kami sedang fokus untuk meningkatkan prestasi dan membangun karakter para murid,” tambahnya.
Desi juga menjelaskan bahwa SDN Kuranji memiliki jargon yang mencerminkan semangat mereka, yaitu “Kuranji Berdasi”, yang berarti berkarakter, berbudaya, dan berprestasi.
Ketua Komite SDN Kuranji, Zakaria, juga meminta kepada Pemerintah Kota Serang untuk segera menyelesaikan masalah ini agar tidak mengganggu kegiatan belajar.
“Dibuka saja (segelnya), pemerintah harusnya membantu, karena yang diurus ini kan anak-anak bangsa. Saya selaku komite sangat menyayangkan, tolong pemerintah kota maupun provinsi bisa segera diselesaikan,” tegasnya. Dengan situasi ini, harapan akan kelancaran proses belajar mengajar di SDN Kuranji menjadi semakin mendesak. *
