Laga Arsenal melawan Crystal Palace.
LONDON – Empat gol tercipta pada pertandingan Liga Inggris antara Arsenal kontra Crystal Palace yang tersaji di Emirates Stadium, Kamis (24/4) dinihari WIB. Meriam London ditahan imbang The Eagles 2-2.
Tim tuan rumah unggul 2-1 di babak pertama. Dua gol Arsenal dicetak Jakub Kiwior dan Leandro Trossard. Crystal Palace membalas lewat gol Eberechi Eze. Lantas Crystal Palace menyamakan kedudukan di babak kedua berkat gol Jean-Philippe Mateta.
Hasil ini membuat Arsenal tetap berada di urutan kedua klasemen Liga Inggris dengan 67 poin. Pasukan Mikel Arteta tertinggal 12 poin dari Liverpool, yang hanya butuh satu poin lagi untuk mengunci gelar juara.
Arteta bukan cuma kecewa dengan hasil ini. Performa tim juga dianggapnya tak memenuhi standar. Meski lebih banyak mengancam dengan enam peluang on target berbanding empat, Arsenal dinilai gagal mengendalikan situasi.
“Kami kecewa dengan hasil dan performanya. Kami tidak menemukan cukup konsistensi dalam aksi-aksi untuk mendominasi pertandingan. Itu bagian dari sepakbola dan membuat kami kehilangan dua poin. Memang bisa sulit. Dalam banyak aspek pertandingan, kami seharusnya bisa lebih baik. Kami butuh konsistensi. Mereka sangat rapi dan layak dipuji. Kami harus jauh lebih baik dari ini,” kata Arteta kepada Sky Sports.
William Saliba bikin kesalahan atas kebobolan gawang Arsenal pada gol kedua Crystal Palace. Gol yang dicetak Jean-Philippe Mateta itu lewat sepakan chip dari luar kotak penalti. Prosesnya, Saliba yang sedang menguasai bola ditekan oleh Kamada.
Saliba lepas umpan ke Kiwior tapi umpannya terlalu lemah dan direbut oleh Mateta. Nama terakhir langsung lepas sepakan cungkil ke gawang yang kosong yang ditinggalkan David Raya, karena berdiri melebar.
Saliba sebelumnya juga bikin kesalahan serupa di leg kedua perempatfinal Liga Champions kontra Real Madrid. Saliba kelamaan menguasai bola dan langsung ditekan oleh Vinicius. Vinicius selanjutnya menembak bola ke gawang yang kosong, Raya juga dalam posisi melebar.
Saliba sejatinya andalan Arsenal di lini belakang. Sejak bergabung di tahun 2019, bek berusia 24 tahun itu hanya baru bikin dua kali eror di Liga Inggris. “Ada harga yang harus dibayar mahal untuk setiap kesalahan,” kata Arteta.
Arsenal bakal mengarungi semifinal Liga Champions kontra PSG pada akhir April dan awal Mei ini. Saliba punya PR, untuk tidak lagi lakukan eror supaya gawang Meriam London nggak kebobolan.
Arsenal berpotensi jadi runner-up liga untuk tiga musim beruntun. Di musim ini, Arsenal tidak bisa menyalahkan siapapun selain performa mereka sendiri.
Squawka menyebut, Arsenal membuang 18 poin dari posisi unggul musim ini, lebih banyak ketimbang gabungan dua musim sebelumnya, yakni 17. Arsenal juga paling banyak meraih hasil seri dari posisi unggul, yakni sembilan kali, lebih banyak dua dari tim-tim lain.
Arsenal juga jadi tim kedua terbanyak meraih hasil seri musim ini, 13, cuma kalah dari Everton dengan 14 kali. Bandingkan dengan Liverpool yang yang “cuma” meraih tujuh hasil imbang dan 24 kemenangan.
“Saat Anda tidak tampil dalam performa terbaik tapi bisa dua kali memimpin, Anda harusnya bisa memenangi laga itu tapi kami tidak bisa, terutama soal gol kedua. Ada banyak alasan mengapa kami tidak bisa mengunci lqga ini, dan marjinnya pun kecil sekali,” ujar Arteta.***
