Sukacita Raphinha dan rekannya usai mencetak gol ke gawang Celta Vigo.
BARCELONA – Barcelona melakukan comeback gemilang saat mengalahkan Celta Vigo 4-3 dalam laga pekan ke-32 Liga Spanyol yang berlangsung di Estadi Olimpic Lluis Companys, Sabtu (19/4) malam WIB.
Ferran Torres membawa Barcelona unggul di menit ke-12, namun hat-trick Borja Iglesias pada menit ke-15, 52, dan 62 membuat Barca tertinggal 1-3.
Dani Olmo mengawali comeback Barca dengan menciptakan gol kedua, yang diikuti sukses Raphinha membobol gawang Celta. Hadiah penalti diberikan kepada Barca menyusul pelanggaran terhadap Olmo di akhir injury time. Raphinha mengonversi tendangan 12 pas memastikan kemenangan.
Pelatih Barca Hansi Flick menyebut, timnya menyukai laga-laga seperti ini. “Saat kami menang, kami menyukai laga-laga semacam ini. Kami melawan sebuah tim yang sangat bagus, mereka memperoleh hasil yang bagus dalam 10 pertandingan terakhir, seperti yang saya katakan kemarin di konferensi pers. Pelatih mereka melakukan pekerjaan yang fantastis,” kata Flick dilansir Reuters.’
Flick menyebutkan, Barca menang karena tampil habis-habisan dan pantang menyerah. “Saya pikir gol-gol mereka tidak ada hubungannya dengan pressing kami. Kami biasanya melakukan pressing dengan sangat baik, tapi kami membuat kesalahan. Kami memudahkan lawan. Namun, tim melakukan segalanya. Saya kira semua orang bisa melihat bahwa tim tidak menyerah, mereka melakukan yang terbaik selama 90 menit. Inilah mentalitas yang kami miliki sekarang,” ungkap Flick.
Hanya sayang, kemenangan Barca ditandai dengan cederanya Robert Lewandowski. Sebelum ditarik keluar, ia tampak memegangi hamstring-nya. Media-media Spanyol melaporkan, Lewandowski memungkinkan mengalami perobekan otot.
Mantan bomber Borussia Dortmund dan Bayern Munich itu disebut-sebut bisa absen selama tiga pekan ke depan. Situasi ini tidak ideal karena Barcelona membutuhkan Lewandowski di sejumlah laga vital.
Blaugrana dijadwalkan menghadapi Real Madrid dua kali, salah satunya di final Copa del Rey pada 26 April. Barca juga mesti bertarung melawan Inter Milan di dua leg semifinal Liga Champions pada 30 April dan 6 Mei. “Kami harus menunggu. Pengalaman saya, lebih baik menunggu dan melihat bagaimana hasil (pemeriksaan),” kata pelatih asal Jerman itu.
Raphinha mengaku gembira dengan kemenangan ini. “Ini laga yang sulit. Kami berjuang hingga akhir laga. Hal ini menunjukkan bahwa kami selalu berjuang. Maka, tentu senang dengan hasil yang kami capai ini. Kami harus terus tampil dengan performa terbaik dan berjuang keras demi menggenggam trofi di akhir musim,” kata Raphinha di laman klub.
Kabar lain mengiringi kemenangan Barca adalah Wojciech Szczesny dipertahankan manajemen klub. Direktur klub, Deco, mengungkapkan niatan menambah kontrak Szczesny untuk musim depan.
Direkrut sebagai pengganti Marc-Andre ter Stegen yang mengalami cedera parah, Szczesny tampil impresif sejak bergabung pada Oktober silam. Kiper veteran Polandia itu menggeser Inaki Pena, lalu mencatatkan 12 clean sheet dalam 24 penampilan untuk Barca di semua kompetisi.
Dalam kawalan Szczesny, Barcelona hanya kebobolan 24 gol dan menderita sekali kekalahan dengan 21 kemenangan. Mantan pemain Arsenal dan Juventus itu turut berpengaruh dalam sukses Barca masih berpeluang memenangi treble.
“Dia itu seorang kiper dengan sarat pengalaman. Ketika kami punya kesempatan membawa dia masuk, salah satu kebetulan di dalam sepakbola, dia kan pensiun dan masih punya kontrak dengan Juventus. Kami senang dengan dia, dan dia sudah pasti akan bertahan dengan kami,” kata Deco dilansir Mundo Deportivo.
Hanya dari laga itu, ada tindakan tidak terpuji yang menimpa gelandang Celta Vigo Ilaix Moriba. Ia menjadi sasaran hinaan rasis dari para penggemar Barcelona.
Pelatih Celta Claudio Giráldez mengatakan Moriba yang berusia 22 tahun, yang berasal dari Guinea, menjadi sasaran hinaan rasis ketika ia digantikan pada akhir pertandingan.
“Berbicara tentang Ilaix, saya ingin mengambil kesempatan ini untuk mengutuk hinaan rasis yang ia terima (dari tribun) ketika ia digantikan. Saya sendiri mendengarnya. Sangat menyedihkan bahwa hal ini masih terjadi di dunia sepak bola,” kata Giráldez kepada wartawan.***
