. Selebrasi pemain Newcastle United saat mengalahkan Manchester United.
NEWCASTLE – Newcastle United membuat Manchester United (MU) merana dengan skor 4-1. The Magpies pun menembus papan atas klasemen Liga Inggris.
Dalam laga di Stadion St. James’ Park, Minggu (13/4) malam WIB itu, Sandro Tonali membuka keunggulan tim tuan rumah, sebelum MU mencetak gol balasan melalui Alejandro Garnacho. Kemenangan Newcastle ditentukan oleh sepasang gol Harvey Barnes dan Bruno Guimares di paruh kedua permainan.
Manajer Newcastle Eddie Howe mengirimkan ucapan selamat kepada para pemainnya dari ranjang rumah sakit. Howe menyaksikan tim asuhannya mengalahkan MU dari rumah sakit karena tengah dirawat sakit.
Howe memang absen mendampingi tim, tetapi semangatnya tetap bersama skuad. Di tribun, suporter juga menghadirkan poster besar bergambar Howe.
Pelatih berusia 47 tahun itu dirawat sejak Jumat malam lantaran sakit. Asistennya, Jason Tindall dan Graeme Jones mempersiapkan tim untuk pertandingan penting melawan MU.
“Ya, saya mendapat pesan darinya sebelum saya datang untuk memberikan jumpa pers, memberi selamat kepada tim atas penampilan dan kerja keras semua orang. Dia menonton pertandingan dan saya yakin penampilan itu akan membuatnya tersenyum,” kata Tindall dilansir Sky Sport.
Tindall mengaku tidak tahu apakah masih akan bertugas memimpin Newcastle untuk pertandingan berikutnya melawan Crystal Palace. “(Howe) sangat dirindukan, terutama bagi saya. Ini baru kedua kalinya dalam 17 tahun kami tidak bersama dan saya merindukannya,” ujarnya.
Berkat tambahan tiga poin ini, Newcastle United melesat ke peringkat empat klasemen dengan perolehan 56 poin hasil 31 pertandingan. MU turun ke peringkat 14 usai baru mengumpulkan 38 poin,
Ada beberapa catatan menarik dari laga ini, seperti dilansir dari berbagai sumber. Harvey Barnes menjadi pemain Newcastle United kedua yang mampu cetak brace alias dua gol lawan Manchester United di Premier League. Ia mengikuti jejak Alan Shearer pada Desember 2000.
Jacob Murphy jadi pemain Newcastle pertama yang mencatat 10 assist dari open play sejak Laurent Robert melakukannya musim 2001-2002 (11 assist).
Empat dari delapan gol Barnes di Liga Inggris musim ini diawali dengan giringan bola, hanya kalah dari tiga pemain lain musim ini. Pada laga lawan Manchester United ia menggiring bola sejauh 233 meter dan menjadi yang terbanyak di antara pemain lain.
Ini menjadi kali pertama sejak 1930-1931, Newcastle United mampu memenangi laga tandang dan kandang lawan Manchester United dalam satu musim yang sama.
Newcastle United mampu cetak empat gol lawan Manchester United di Liga Inggris sejak September 2001 (4-3).
Altay Bayindir mencatat 57 umpan. Ini menjadi catatan terbanyak untuk seorang kiper sejak ada pencatatan musim 2003-2004. Meski begitu, umpan suksesnya hanya 27 umpan atau 47,4 persen.
Sementara manajer MU Ruben Amorim mengatakan, timnya membuat terlalu banyak kesalahan. Pasalnya dua dari tiga gol terakhir Newcastle terlahir karena kesalahan sendiri yang dilakukan Noussair Mazraoui dan kiper Altay Bayindir.
“Ada banyak kesalahan. Newcastle lebih tangguh di bola kedua. Kami melakukan banyak sekali kesalahan sehingga semakin sulit memenangi sebuah pertandingan. Itu saja. Ada sedikit dari segalanya. Sulit untuk menunjuk satu hal. Sangat sulit untuk menang melawan tim top seperti Newcastle. Apalagi ketika kami membuat banyak kesalahan yang membantu lawan, jadinya semakin sulit,” ungkap Amorim kepada Premier League Production.
Dengan demikian, MU menderita lima kekalahan dengan hanya empat kemenangan dalam 15 pertandingan sejak pergantian tahun.
Amorim meminta timnya untuk lekas move on dari kekalahan ini dan mengalihkan fokus ke Olympique Lyon pada leg kedua perempatfinal Liga Europa di Old Trafford, Jumat (18/4) dini hari WIB. Bruno Fernandes dkk. butuh kemenangan usai bermain imbang 2-2 di leg pertama.
“Kami harus mulai besok (fokus untuk laga hari Jumat dinihari). Kami tidak bisa mengubah performa ini. Kami hanya harus berpikir soal masa depan, kami masih punya satu kompetisi di mana kami bisa dapat trofi dan lolos ke Liga Champions. Kami harus bangkit dan berjuang lagi. Jadi, kami harus melakukannya di laga melawan Lyon,” ujar manajer asal Portugal itu.***
