Pemprov Bengkulu Usulkan Pembangunan Jalur Rel KA Lubuk Linggau-Bengkulu

Kegiatan Sarasehan Perekonomian Provinsi Bengkulu di Bengkulu, Selasa. (28/7).

BENGKULU (LB)- Pemerintah Provinsi Bengkulu mengusulkan pembangunan jalur rel kereta api sepanjang sekitar 98 kilometer dari Lubuk Linggau, Sumatera Selatan, menuju Bengkulu untuk memperkuat konektivitas angkutan komoditas dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

“Kalau kita buka rel dari Lubuk Linggau ke Bengkulu hanya 98 kilometer, komoditas dari Bukit Asam (Sumsel) keluar nanti lewat Pelabuhan Pulau Baai. Pemerintah Provinsi Bengkulu sudah menyurati kementerian supaya kita bisa difasilitasi dalam membuka jalur ini,” kata Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu Bidang Perekonomian dan Pembangunan, R.A. Denni di Bengkulu, Selasa (28/7).
Denni mengatakan pembangunan jalur rel tersebut memiliki nilai ekonomi besar bagi Bengkulu karena dapat membuka akses pengangkutan komoditas dari wilayah Sumatera Selatan menuju Pelabuhan Pulau Baai.

Menurut dia, pihak Bukit Asam juga mengharapkan adanya akses tersebut karena jarak pengangkutan batu bara menuju Bengkulu lebih pendek dibandingkan harus didistribusikan dengan rute menuju Lampung.

“Kalau dibawa ke Lampung, itu 460 kilometer. Kalau dia bawa ke Bengkulu, hanya lebih kurang dari Bukit Asam itu dua ratusan kilometer,” kata dia.

Dia mengatakan pembangunan rel Lubuk Linggau-Bengkulu dapat menjadi alternatif angkutan komoditas yang lebih efisien sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi melalui Pelabuhan Pulau Baai.
Menurut dia, Pemprov Bengkulu berharap pembangunan rel tersebut dapat direalisasikan oleh Pemerintah Pusat. Namun, pemerintah provinsi juga telah berkomunikasi dengan pihak swasta dan sudah ada yang menyatakan kesiapan membangun akses tersebut apabila diberikan kesempatan sesuai dengan kewenangan yang berlaku.

“Kami sudah ada pihak swasta yang menyatakan siap kalau mereka diberi kesempatan untuk melakukan pembangunan itu,” katanya.

Denni mengatakan Pemprov Bengkulu tidak memiliki kewenangan untuk memutuskan pembangunan rel tersebut secara mandiri sehingga masih menunggu fasilitasi Kementerian Perhubungan sebagai kementerian yang menjadi pihak utama dalam pembangunan perkeretaapian.

Denni mengatakan hanya pemerintah pusat nantinya yang dapat menentukan skema pembangunan, baik melalui pembiayaan negara maupun dengan melibatkan pihak swasta yang telah menyatakan kesiapan.
“Kalau memang negara yang mengambil alih melakukan pembangunan ini, itu yang kita harapkan. Tapi kita juga berhubungan dengan pihak swasta yang mau dan mampu untuk membuka akses itu,” ujarnya.

Dia berharap pembahasan bersama Kementerian Perhubungan dapat segera dilakukan sehingga usulan pembangunan rel Lubuk Linggau-Bengkulu memiliki kejelasan tindak lanjut. Denni menilai keberadaan rel tersebut dapat memperkuat konektivitas Bengkulu dengan wilayah Sumatera bagian selatan dan membuka peluang peningkatan arus komoditas melalui Pelabuhan Pulau Baai. *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *