Karawang Catat Transaksi UMKM Hampir Rp1,2 Miliar Selama Gebyar dan Nobar Piala Dunia

Kegiatan Gebyar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dirangkaikan dengan nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 di Kabupaten Karawang.

KARAWANG (LB)- Kegiatan Gebyar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dirangkaikan dengan nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, berhasil mencatatkan nilai transaksi hampir Rp1,2 miliar.

Bupati Karawang, Aep Syaepuloh di Karawang mengatakan kegiatan yang digelar di Lapangan Karangpawitan, Kecamatan Karawang Barat, berlangsung selama 19 hari, mulai 27 Juni hingga 19 Juli 2026.

Sebanyak lebih dari 100 pelaku UMKM berpartisipasi dalam kegiatan tersebut dengan menawarkan beragam produk, mulai dari kuliner hingga berbagai produk unggulan lokal.

Menurut Aep, penyelenggaraan Gebyar UMKM dan Nobar Piala Dunia 2026 memberikan dampak nyata terhadap peningkatan omzet pelaku usaha.

“Alhamdulillah, hingga hari terakhir pelaksanaan pada Senin dini hari, nilai transaksi para pelaku UMKM berhasil mencapai Rp1.199.000.000 atau hampir Rp1,2 miliar,” kata Aep.

Ia menilai capaian tersebut menjadi bukti bahwa kegiatan yang memadukan hiburan dan pemberdayaan ekonomi mampu mendorong perputaran ekonomi daerah secara efektif.

“Ketika masyarakat menikmati hiburan bersama, kami juga menghadirkan pelaku UMKM untuk mempromosikan sekaligus meningkatkan penjualan produk-produk lokal,” ujarnya.

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Karawang yang antusias menghadiri Gebyar UMKM sejak hari pertama hingga malam penutupan Nobar Piala Dunia 2026.

Menurut dia, tingginya partisipasi masyarakat menjadi salah satu faktor utama yang mendorong tingginya nilai transaksi selama kegiatan berlangsung. 

Selain itu, ia mengapresiasi dukungan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karawang yang turut meramaikan kegiatan tersebut dengan berbelanja produk-produk UMKM. Aep menegaskan, Pemerintah Kabupaten Karawang akan terus menghadirkan berbagai kegiatan yang tidak hanya menjadi sarana hiburan bagi masyarakat, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi kerakyatan dan membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk berkembang serta naik kelas. *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *