Wakapolda Metro Buka Pendidikan 775 Bintara SPKT

BOGOR (LB)– Sebanyak 775 siswa Bintara Polri Kemampuan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) resmi memulai pendidikan di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Metro Jaya, Cigombong, Bogor. Upacara pembukaan dipimpin langsung Wakil Kepala Polda Metro Jaya Brigjen Pol. Dekananto Eko Purwono, Senin (20/7).

Dalam amanatnya sebagai Inspektur Upacara, Brigjen Dekananto menekankan bahwa lima bulan ke depan adalah masa krusial untuk menempa mental, fisik, dan integritas calon Bhayangkara.

Upacara tersebut turut dihadiri para Pejabat Utama Polda Metro Jaya. Para siswa yang berasal dari 34 Polda di seluruh Indonesia ini akan menempuh pendidikan selama lima bulan.

Wakapolda membacakan amanat Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri Komjen Pol. Drs. R.Z. Panca Putra Simanjuntak. Disebutkan, secara nasional Dikbang Bintara Polri T.A 2026 diikuti 4.799 peserta didik. Rinciannya 4.090 siswa di 31 SPN Polda dan 709 siswi di Sepolwan Polri.

“Lima bulan ke depan akan menjadi masa yang tidak ringan. Saudara akan berproses dari masyarakat sipil menjadi insan Bhayangkara melalui jadwal pendidikan yang padat, latihan yang melelahkan, tuntutan disiplin yang keras, serta berbagai ujian fisik, mental, dan pengetahuan kepolisian,” tegas Brigjen Dekananto saat membacakan amanat tersebut.

Dalam kesempatan itu, Wakapolda juga menyampaikan pesan khusus Kalemdiklat kepada para siswa. Mereka diminta segera beradaptasi dengan kehidupan pendidikan, patuh pada aturan, menghormati pendidik dan pengasuh, serta menguatkan kebersamaan.

“Sikap individualistis harus ditinggalkan. Jadikan setiap tantangan sebagai proses membangun ketangguhan. Jangan hanya berusaha menjadi peserta didik yang sekadar lulus, tetapi jadilah lulusan yang benar-benar siap melayani masyarakat dan dapat diandalkan oleh organisasi,” lanjut amanat yang dibacakan Wakapolda.

Kalemdiklat juga menginstruksikan agar pendidikan berjalan profesional dengan kurikulum berbasis Outcome-Based Education_ (OBE) yang berfokus pada kompetensi lulusan.

Pesan tegas juga disampaikan terkait metode pendidikan. Brigjen Dekananto mengutip arahan Kalemdiklat agar seluruh proses pendidikan bebas dari kekerasan dan perundungan.

“Hindari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat. Pendidikan yang keras tidak harus kasar, latihan yang berat tidak boleh menghilangkan martabat. Ketegasan harus membentuk karakter, bukan menumbuhkan dendam,” ujarnya.

Kalemdiklat melalui Wakapolda turut meminta para pendidik, instruktur, dan pengasuh menjadi teladan. 

“Peserta didik tidak hanya belajar dari materi, tetapi juga dari perilaku yang mereka lihat setiap hari,” tegasnya.

Dengan pendidikan selama lima bulan ini, diharapkan lahir Bintara Polri Kemampuan SPKT yang profesional, berintegritas, humanis, dan siap memberikan pelayanan terbaik sesuai semangat Polri Presisi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *