Pekerja mengangkut beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) di Gudang Bulog Lebak-Pandeglang, Lebak, Banten.
LEBAK (LB)- Stok beras Perum Bulog Lebak dan Pandeglang melimpah hingga 25 ribu ton, sehingga relatif aman dan mencukupi untuk kebutuhan konsumsi masyarakat di dua daerah ini.
”Kita hingga kini masih melakukan penyerapan gabah di sejumlah daerah yang memasuki musim panen,” kata Kepala Perum Bulog Cabang Lebak dan Pandeglang, Muhammad Syaukani, di Lebak, Banten, Minggu (12/7).
Stok beras yang ada di gudang Bulog Lebak dan Pandeglang dari hasil panen petani, sehingga dapat memenuhi cadangan beras pemerintah (CBP) untuk pendistribusian bantuan pangan, serta Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Pendistribusian pangan yang digulirkan Badan Pangan Nasional (Bapanas) akan disalurkan akhir Juli hingga Desember 2026 mendatang.
Sedangkan, beras SPHP dijual ke toko, pasar tradisional, Gerakan Pangan Murah (GPM) instansi TNI, Polri, Dinas Ketahanan Pangan (DKP), Rumah Pangan Kita (RPK), dan lainnya.
Namun, persyaratan mendapatkan beras SPHP dari Bulog itu, di antaranya KTP, NPWP, NIB, dan toko dilengkapi visual.
”Kami menjamin persediaan beras melimpah dan relatif aman untuk kebutuhan konsumsi masyarakat,” katanya menjelaskan.
Menurut dia, saat ini, persediaan beras Bulog dipasok dari petani Lebak dan Pandeglang sejak 2025 hingga 2026 mampu berswasembada pangan dan tidak impor dari luar negeri.
Kualitas dan mutu beras dari petani lokal cukup baik, sehingga menjadi rebutan pedagang besar dari Jakarta dan Jawa Barat.
Penyerapan gabah kering pungut (GKP) dari petani hingga Juni 2026 mencapai 40.000 ton atau atau melebihi target 103 persen dari 37.500 ton.
Karena itu, pihaknya memastikan persediaan beras melimpah di tengah menghadapi musim kemarau atau El Nino, terlebih panen di sejumlah daerah masih berlangsung. ”Kita hingga kini terus mengoptimalkan penyerapan gabah dan beras hingga akhir tahun,” katanya menjelaskan. *
