BI Jaga Stabilitas Sekaligus Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso.

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan  ekonomi berkelanjutan melalui kebijakan yang mempercepat penyaluran kredit dan memperkuat pengembangan UMKM. 

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menyampaikan bahwa BI melakukan percepatan penyaluran kredit dengan melibatkan pemerintah, otoritas terkait, perbankan dan pelaku usaha.

Upaya tersebut didukung melalui Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) yang turut memperkuat fungsi intermediasi perbankan dan pembiayaan bagi dunia usaha.

Hal itu tercermin dari pertumbuhan kredit perbankan sebesar 11,51 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada Mei 2026, meningkat dibandingkan 9,69 persen (yoy) pada akhir 2025.

Ramdan menyampaikan peningkatan pembiayaan sektor produktif tersebut semakin memperkuat aktivitas dan pertumbuhan ekonomi.

Sementara itu, ujar dia, UMKM merupakan salah satu pilar pertumbuhan ekonomi nasional dan penyerapan tenaga kerja. Oleh karena itu, BI terus memperkuat pengembangan UMKM agar semakin berdaya saing.

Pada 2025, omzet UMKM binaan BI mencapai Rp7,02 triliun atau tumbuh 23,1 persen (yoy), dengan pertumbuhan tertinggi pada omzet UMKM ekspor sebesar 21 persen dan UMKM Digital sebesar 25 persen.

Capaian tersebut diperkirakan terus bertumbuh seiring implementasi Program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu.

Pada tahun ini, program tersebut menargetkan lahirnya 400 barista bersertifikasi internasional, 50 inovasi wastra baru, 200 pesantren produsen air minum dalam kemasan, dan 10 pesantren pengelola pertanian terintegrasi.

“Berbagai program tersebut diarahkan untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan nasional, meningkatkan nilai tambah dan daya saing UMKM, memperluas kesempatan kerja, serta memperkuat kontribusi UMKM terhadap pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” kata dia. 

Ramdan pun menegaskan Bank Indonesia terus mengoptimalkan bauran kebijakan serta memperkuat sinergi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan untuk menjaga stabilitas, memperkuat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, serta turut mendukung penciptaan lapangan kerja.

Sementara itu, berdasarkan hasil Survei Konsumen yang dirilis pada Rabu (8/7), Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Juni 2026 tercatat sebesar 117,8 atau masih berada pada level optimistis karena berada di atas 100.

Pergerakan IKK dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan fluktuasi dengan kecenderungan menurun. Pada Januari 2026, IKK tercatat sebesar 127,0, kemudian turun menjadi 125,2 pada Februari dan 122,9 pada Maret. Indeks sempat meningkat tipis menjadi 123,0 pada April, sebelum kembali turun menjadi 120,9 pada Mei dan 117,8 pada Juni.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *