RIAU (LB) — Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau operasional pabrik pupuk batu bara PT Bursa Tani Futura Andyta di Kabupaten Kampar, Rabu (8/7). Kunjungan ini sekaligus melepas distribusi 80 ton pupuk Futuraplus Presisi untuk kelompok tani di Riau.
Angka 80 ton dipilih sebagai simbol peringatan 80 Tahun Polri untuk Masyarakat.
Secara simbolis, Kapolri menyerahkan bantuan kepada 5 perwakilan kelompok tani dari Rokan Hulu, Pelalawan, Tambang-Kampar, Kampar, dan Siak.
“Ini bentuk sinergi Polri dengan dunia usaha untuk meningkatkan produktivitas petani dan kesejahteraan mereka,” kata Sigit.
Para penerima diharapkan dapat memanfaatkan pupuk tersebut untuk meningkatkan hasil panen dan menjadi percontohan inovasi pemupukan di daerahnya.
Pupuk Futuraplus Presisi merupakan hasil formulasi khusus dari bahan baku batu bara kalori rendah. Produk ini dikembangkan bersama kelompok tani binaan Polri.
Menurut Sigit, pemanfaatan sumber daya domestik ini memberi nilai tambah bagi komoditas nasional sekaligus solusi untuk memperbaiki kualitas tanah dan menekan biaya produksi.
PT Bursa Tani Futura Andyta sendiri sudah merambah pasar internasional. Perusahaannya memiliki pabrik di Zimbabwe dan Nigeria, serta mengekspor produk ke Amerika Serikat, Nigeria, Zimbabwe, dan Botswana.
Peninjauan ini menjadi bagian dari dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional dan swasembada pangan.
“Kehadiran Polri tidak hanya menjaga keamanan. Kami juga hadir lewat kolaborasi lintas sektor yang memberi manfaat langsung bagi petani sebagai ujung tombak pangan,” tegas Sigit.
