Kelurahan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, menciptakan inovasi budi daya padi dalam galon untuk memperkuat ketahanan pangan berbasis lingkungan, Senin (6/7).
JAKARTA (LB)- Kelurahan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, menciptakan inovasi budi daya padi dalam galon untuk memperkuat ketahanan pangan berbasis lingkungan.
“Inovasi ini menjadi bentuk nyata kami dalam rangka menjaga stabilitas pangan di musim dan momen apa pun,” kata Lurah Pasar Minggu Meilita di Jakarta, Senin (6/7).
Dia mengatakan inovasi budi daya padi dalam galon itu merupakan gagasan yang lahir dari masyarakat dan mendapat dukungan penuh dari pihak kelurahan dan berbagai unsur terkait.
Inovasi tersebut memanfaatkan galon bekas sebagai media tanam padi yang kini sudah mencapai 350 unit.
Meilita menjelaskan varietas padi Inpari 32 saat ini menjadi andalan dalam budi daya tersebut. Dalam satu kali masa panen, ratusan galon yang ditanami itu mampu menghasilkan sekitar 70 kilogram gabah, yang kemudian dikonversi menjadi puluhan kilogram beras.
Menurut dia, warga di RW 05 juga mulai mengembangkan varietas unggul M70 yang memiliki keunggulan masa panen lebih singkat, yakni sekitar 70 hari.
“Kami sudah berkomitmen untuk mengimplementasikan budidaya padi dalam galon di semua RW, dan mereka sangat antusias sekali,” ujar Meilita.
Tidak hanya mengembangkan padi dalam galon, sambung dia, Kelurahan Pasar Minggu juga mengoptimalkan lahan-lahan kosong melalui kawasan Taman Selaras dengan menanam berbagai komoditas pangan, seperti jagung dan aneka tanaman lainnya, yang hasilnya dapat dipanen langsung oleh warga. “Namanya Taman Selaras, kita tanam di situ ada jagung dan lain sebagainya, yang mana hasilnya bisa langsung dipetik dan dimanfaatkan oleh warga yang mengunjungi taman,” tutur Meilita. *
