Polisi Alihkan Demo Mahasiswa dari Bundaran HI ke DPR dan Patung Kuda

JAKARTA(LB) — Polda Metro Jaya mengalihkan lokasi unjuk rasa mahasiswa dari Bundaran Hotel Indonesia ke kawasan DPR/MPR dan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Jumat (12/6).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan pengalihan dilakukan setelah koordinasi dengan Direktorat Intelijen. 

“Titik Bundaran HI dialihkan ke sekitar Patung Kuda atau depan DPR/MPR agar aspirasi tersampaikan dan tetap dilindungi undang-undang,” ujarnya kepada wartawan, Jumat.

Budi menjelaskan Bundaran HI bukan lokasi ideal untuk menyampaikan pendapat di muka umum karena padat aktivitas ekonomi dan mobilitas warga. “Kami memahami hak menyampaikan aspirasi, tapi harus saling menghormati pengguna jalan lain,” ucapnya.

Rekayasa lalu lintas akan diterapkan situasional di sejumlah titik. Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat memantau informasi terkini melalui media sosial Ditlantas dan Polda Metro Jaya.

Aksi ini merupakan hasil konsolidasi sejumlah organisasi mahasiswa Jabodetabek di Universitas Indonesia, Depok, Rabu (10/6) malam. 

Pesertanya antara lain BEM seluruh fakultas UI, BEM IPB, Universitas Gunadarma, Politeknik Negeri Jakarta, UIN Jakarta, UPN Veteran Jakarta, Universitas Pancasila, Serikat Perempuan Indonesia, dan Front Mahasiswa Nasional.

Ketua Front Mahasiswa Nasional Symphati Dimas menyatakan aksi sebagai respons terhadap kondisi ekonomi nasional yang membebani masyarakat. “Indonesia negara kaya, tapi rakyat belum sejahtera. Masih banyak yang belum terbebas dari lapar,” katanya.

Mahasiswa juga mengkritik kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat serta adanya dugaan penggunaan aparat untuk membungkam kritik.

Massa aksi membawa lima tuntutan:  

1. Menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.  

2. Menurunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak.  

3. Menghentikan program Makan Bergizi Gratis dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.  

4. Menghentikan praktik militerisme di ranah sipil.  

5. Presiden Prabowo Subianto mengakui kesalahan pemerintah atas berbagai persoalan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *