BI Pacu Ekonomi Syariah 

Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti.

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) memperkuat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru di daerah melalui penguatan peran pesantren, mengoptimalkan wakaf produktif, serta pembinaan dan percepatan sertifikasi halal.

Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengatakan BI menggelar Festival Ekonomi dan Keuangan Syariah (FESyar) di berbagai wilayah di Indonesia untuk mendorong penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan, dan juga ruang kolaborasi peningkatan kapasitas UMKM serta generasi muda.

“Ekonomi dan keuangan syariah merupakan salah satu pilar penting dalam sumber pertumbuhan ekonomi dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional,” ujarnya saat membuka Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Sumatera 2026 di Palembang, sebagaimana keterangan resmi BI diterima di Jakarta, Sabtu (6/6).

Dalam FESyar Sumatera 2026, kata Destry, BI menghadirkan program unggulan yakni Pesantren Sejahtera Terakselerasi (Pesat), Upaya Nasionalisasi Gerakan Wakaf untuk Komoditas Unggulan (Unggul), serta Bina dan Percepat Sertifikasi Halal untuk Pariwisata (Berkah).

Melalui program Pesat, BI mendorong penguatan peran pesantren sebagai pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat. Sementara itu, program Unggul difokuskan untuk mengoptimalkan pemanfaatan wakaf guna mendukung pengembangan komoditas unggulan daerah.

Adapun program Berkah diarahkan untuk pembinaan guna mempercepat sertifikasi halal sektor pariwisata, sehingga dapat meningkatkan daya saing industri halal.

Program-program tersebut diperkenalkan dalam penyelenggaraan FESyar Sumatera 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian menuju Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026.

“Pengembangan ekonomi dan keuangan syariah (eksyar) yang inklusif dan berkelanjutan ditujukan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi baru di daerah, meningkatkan daya saing eksyar Indonesia, serta mendukung terwujudnya visi Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia,” kata dia.

Lebih lanjut, Destry menjelaskan, Indonesia memiliki posisi yang semakin strategis dalam pengembangan eksyar. Pada 2025, sektor rantai pasok halal Indonesia menunjukkan kinerja yang positif, tercermin dari peningkatan ekspor produk makanan dan minuman halal serta fesyen Muslim.

“Sejalan dengan arah pembangunan nasional, eksyar menjembatani antara produktivitas dan inklusivitas, antara inovasi dan nilai-nilai luhur, serta antara pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Pada 2025, sektor rantai pasok halal Indonesia tumbuh 6,21 persen secara tahunan (yoy). Pembiayaan syariah juga berkontribusi positif terhadap penguatan eksyar. Hal ini tercermin dari pembiayaan syariah yang tumbuh mencapai 10,84% persen (yoy) pada April 2026 dengan risiko kredit yang rendah yaitu 2,28 persen (yoy).***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *