Alumni Kolese Kanisius Galang Donasi untuk Sekolah Dasar di NTT

Penggalangan donasi pada acara CC5K Strides for Change.

JAKARTA (LB)- Alumni Kolese Kanisius yang tergabung dalam panitia Canisius College Alumni Day (CCAD) 2026 menyalurkan donasi sebesar Rp200 juta untuk mendukung pendidikan anak-anak sekolah dasar di Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Kami mengajak alumni Kanisius dan kelompok masyarakat lain untuk lebih memperhatikan situasi pendidikan di Indonesia Timur,” kata Ketua Aksi Sosial CCAD 2026 Michael Wijaya Hadipoespito dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (7/6).

Menurut dia, donasi sebesar Rp200 juta tersebut digunakan untuk mendukung kebutuhan pendidikan, mulai dari seragam sekolah, alat tulis, hingga penyediaan akses air bersih di lingkungan sekolah.

Donasi tersebut diberikan kepada anak sekolah dasar di bawah naungan Yayasan Sekolah Katolik Manggarai Timur (Yasukmatim) milik Keuskupan Ruteng, Nusa Tenggara Timur.

Yasukmatim, kata Michael, menaungi 101 sekolah dasar Katolik di Kabupaten Manggarai Timur. Banyak di antaranya masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana pendukung pembelajaran.

Ia mengatakan bahwa bantuan tersebut dihimpun melalui CC5K Strides for Change, ajang fun run dan penggalangan dana yang diikuti sekitar 1.500 orang dari kalangan alumni, keluarga, serta masyarakat umum.

Sementara itu, Pastor Hedwig Sunardy Nambung (Windy) dari Keuskupan Ruteng mengatakan masih ada sekolah yang kekurangan ruang kelas, alat peraga pendidikan, serta kesulitan mengakses listrik dan air. Banyak murid juga menghadapi kendala ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar sekolah.

“Masih ada sekolah yang sudah berdiri lebih dari 50 tahun, tapi hingga hari ini masih kesulitan listrik ataupun air. Di sisi siswa, masih ada anak-anak yang kesulitan memiliki seragam dan alat tulis. Karena itu, bantuan seperti ini sangat berarti bagi sekolah dan para siswa,” ujarnya.

Ketua Umum CCAD 2026, Rifan Oktavianus mengatakan ajang CC5K tak hanya mempertemukan alumni Kolese Kanisius, sekolah yang berdiri sejak 1927.

Selain mendukung pendidikan di NTT, rangkaian kegiatan CCAD 2026 juga memberi bantuan sosial bagi penyandang disabilitas ganda di Yayasan Sayap Ibu.

Para alumni Kanisius juga mengadakan program reforestasi kawasan hutan Megamendung bersama Yayasan Hutan Organik.

Melalui berbagai kegiatan tersebut, CCAD 2026 berupaya memperkuat semangat kolaboratif untuk menghadirkan dampak positif, sesuai dengan semangat “men for and with others” yang ditanamkan oleh Kolese Kanisius. “Kami juga ingin memberi manfaat untuk murid-murid dan sekolah yang membutuhkan perhatian,” kata Rifan. *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *