Ribuan warga berebut telur yang dibagikan gratis oleh peternak ayam petelur skala mikro dan menengah di depan Kantor Bupati Blitar, Senin (1/6).
BLITAR (LB)- Ratusan peternak ayam petelur asal Blitar, Jawa Timur, dan sekitarnya membagi-bagikan telur secara gratis yang diklaim totalnya mencapai 62,5 ton kepada masyarakat pada Senin (1/6).
Aksi bagi-bagi telur yang dimaksudkan sebagai protes atas turunnya harga telur di bawah harga pokok produksi (HPP) itu dilakukan di satu ruas jalan di depan Kantor Bupati Blitar di Kelurahan Kanigoro, Kecamatan Kanigoro.
Pembagian telur terkonsentrasi di bawah patung Presiden Soekarno (Bung Karno) yang berdiri di depan Kantor Bupati Blitar di sekitar panggung orasi sehingga terjadi konsentrasi warga dalam jumlah besar di sekitar lokasi untuk berebut telur.
Beberapa mobil pikap dan truk yang membawa telur juga ditempatkan di sisi barat dan timur area patung Bung Karno untuk membagikan telur kepada warga yang melintasi ruas jalan di depan Kantor Bupati Blitar tersebut. Kemacetan cukup parah tidak terhindarkan selama berlangsungnya pembagian telur.
Salah satu koordinator peternak ayam petelur, Suryono, mengeklaim ratusan peternak ayam petelur skala mikro dan menengah yang tergabung dalam aksi tersebut berhasil mengumpulkan sekitar 1 juta butir telur.
“Telur yang kami bagikan gratis jumlahnya sekitar 1 juta butir atau 62,5 ton,” tuturnya.
Telur sebanyak itu, lanjutnya, dimuat di 200 pikap dan truk dan dibagikan di puluhan titik di wilayah Kabupaten Blitar dengan konsentrasi utama di depan Kantor Bupati Blitar.
Harga Telur Anjlok
Koordinator aksi, Suyanto, mengatakan bahwa aksi bagi-bagi telur dilakukan para peternak ayam petelur skala mikro dan menengah yang ada di wilayah Kabupaten Blitar, Tulungagung, dan Trenggalek.
“Harga telur sudah sekitar dua bulan ini jatuh di bawah HPP yang ditetapkan pemerintah,” kata Suyanto.
“Pada saat yang sama harga pakan naik,” lanjutnya.
Menurut Suyanto, saat ini harga telur di tingkat kandang hanya berkisar antara Rp 20.000 hingga Rp 21.000 per kilogram. Dengan kenaikan harga pakan saat ini, lanjutnya, HPP telur berada di angka Rp 23.000 per kilogram. “Jadi, kami para peternak telur rakyat ini rugi sekitar Rp 2.000 per kilogram. Tinggal dikalikan berapa populasinya dan produksi telur setiap harinya,” kata Suyanto.
Jika situasi harga telur dan pakan tidak segera membaik, kata dia, dipastikan ribuan peternak ayam petelur tingkat mikro dan menengah akan segera gulung tikar. Untuk diketahui, Kabupaten Blitar merupakan salah satu daerah penghasil telur terbesar di Indonesia. Saat ini, populasi ayam petelur di wilayah Kabupaten Blitar mencapai sekitar 30 juta ekor dengan keikutsertaan peternak skala mikro dan menengah dalam jumlah yang sangat besar selain adanya peternak besar. *
