Peluang Italia ke Piala Dunia Masih Terbuka Lebar

Laga Italia melawan Irlandia Utara.

BERGAMO – Italia sukses mengatasi perlawanan Irlandia Utara 2-0 pada babak semifinal playoff Piala Dunia 2026 zona UEFA. Kans Gli Azzurri lolos ke ajang empat tahunan itu masih terbuka lebar.

Bermain di Stdion Atleti Azzurri d’Italia, Jumat (27/3) dini hari WIB, tuan rumah yang tampil dominan sejak awal sudah mengancam lewat Federico Dimarco pada menit ke-7, namun tembakannya dari dalam kotak penalti ditepis kiper Pierce Charles.

Irlandia Utara menyerang balik di menit ke-20, tetapi tembakan jarak jauh Ethan Galbraith bisa dihalau kiper Italia, Gianluigi Donnarumma.

Italia kembali menekan jelang babak pertama usai. Moise Kean mendapat peluang di menit ke-38, tetapi tembakan jarak jauhnya melambung tinggi. Sundulan Alessandro Bastoni lewat situasi sepak pojok empat menit berselang juga gagal menemui sasaran.

Mateo Retegui nyaris membawa Italia memimpin di injury time, tetapi tembakannya ke sudut atas gawang berhasil dihalau Charles. Babak pertama berakhir imbang tanpa gol.

Gli Azzurri akhirnya bisa bernapas lega di babak kedua usai Sandro Tonali memecahkan kebuntuan di menit ke-56. Gelandang Newcastle United tersebut menyambar bola liar di depan kotak penalti Irlandia Utara dengan tembakan voli ke sudut kanan gawang tanpa bisa dihalau Charles.

Kean lalu menegaskan keunggulan Italia di menit ke-80. Usai menerima umpan terobosan dari Tonali di kotak penalti lawan, ia mengecoh Ruairi McConville lalu melepskan tembakan terukur ke sudut kiri gawang yang gagal dijangkau oleh Charles.

Skor 2-0 bertahan hingga usai. Italia lolos ke final dan akan bertemu Bosnia-Herzegovina pada Rabu (1/4) dinihari WIB mendatang. Bosnia sendiri menyingkirkan Wales.

Pelatih Italia Gennaro Gattuso mengakui ‘laga ini adalah perjuangan berat’. “Sekarang kita akan bersama-sama menuju final’ babak play-off Piala Dunia. Ini adalah perjuangan, ini sama sekali tidak mudah. ​​Mereka bahkan mengejutkan kami, mencoba melakukan umpan vertikal, kami seharusnya bisa bermain lebih baik,” kata Gattuso kepada RAI Sport.

Gattuso mengaku timnya tampil kurang gereget. “Ada kurangnya konsentrasi, (Manuel) Locatelli terlalu mundur, kami tidak mengembangkan permainan dengan benar atau sesuai dengan persiapan kami, tetapi kami bermain dengan baik, dan itu tidak boleh dianggap enteng. Kami terlalu lambat, Locatelli terdesak ke belakang, tetapi kami menggerakkan bola lebih cepat setelah jeda, dan sekarang kami harus memainkan final,”  ujarnya.

Lalu bagaimana dengan laga nanti melawan Bosnia? Gattuso memperingatkan anak asuhnya untuk mewaspadai kekuatan Bosnia. Ia menilai pertandingan akan berlangsung sulit dengan atmosfer yang panas, terutama karena Bosnia memiliki karakter permainan berbeda dibanding Wales. “Bosnia bertahan rapat dan mengandalkan lini depan mereka. Ini akan menjadi laga yang sangat sulit,” kata Gattuso.

Locatelli dan kolega kini memikul beban untuk membahagiakan generasi muda. Selama Italia absen di Piala Dunia dalam dua edisi beruntun, banyak generasi muda di negara tersebut yang belum merasakan mendukung Azzurri di ajang terakbar sepakbola ini. Penebusan dosa pun harus segera dicapai.

“Kami tahu betul bahwa kami bertanggung jawab atas semua anak-anak di luar sana dan seluruh perkembangan sepakbola Italia. Kami tentu tidak kekurangan motivasi,” kata Locatelli kepada RAI Sport.

Hasil laga lainnya adalah  Ukraina 1-3 Swedia, Polandia 2-1 Albania, Turki 1-0 Rumania, Slovakia 3-4 Kosovo, Republik Ceko 2-2 Republik Irlandia (adu penalti 4-3) dan Denmark 4-0 Makedonia Utara. Lalu jadwal final playoff Piala Dunia 2026, Rabu (1/4) pukul 01.45 WIB adsalah  Bosnia-Herzegovina vs Italia, Swedia vs Polandia, Kosovo vs Turki dan Republik Ceko vs Denmark.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *