JAKARTA(LB)-Polda Metro Jaya, bersama stakeholder terkait, lagi-lagi soroti harga ayam di Pasar Rawamangun yang tempek Rp 45 ribu per kg. Kata mereka, harga ini dipengaruhi mahal nya pasokan dari hulu.
Tim Satgas SABER cek langsung ke RPH Pulogadung, ternyata ayam hidup dijual Rp 32 ribu per kg, padahal seharusnya cuma Rp 25 ribu per kg. AKBP Dr. Muh Ardila Amry bilang, mereka akan terus awasi harga biar tetap stabil.
” Kami dari Polda Metro Jaya terus melakukan pengawasan bersama stakeholder terkait, baik di tingkat pasar tradisional, distributor, maupun produsen. Langkah ini merupakan bentuk pendampingan agar stabilisasi harga tetap terjaga dan masyarakat mendapatkan harga bahan pokok yang sesuai dengan ketentuan pemerintah,” ujar Ardila.
Polda Metro Jaya juga pasang tabel harga dan stiker peringatan di lapak pedagang yang jual di atas HET atau HAP. Mereka juga bakal kolaborasi dengan PD Pasar buat lakukan langkah administratif, termasuk rekomendasi terhadap izin kios maupun lapak.
Satgas Pangan juga sidak Rumah Pemotongan Hewan (RPH) dan menilai RPH Pulogadung perlu mendapat teguran karena harga yang dilepas ke pasar dinilai terlalu tinggi. Padahal, sebagai unit yang berada di bawah Perumda Dharma Jaya, RPH tersebut diharapkan menjalankan fungsi sosial untuk membantu menjaga stabilitas pasokan dan harga, bukan justru memicu kenaikan di tingkat pasar.
Perwakilan Kementerian Pertanian juga nyoroti bahwa RPHU seharusnya menghasilkan daging ayam dalam bentuk karkas yang aman, sehat, utuh, dan halal, bukan melepaskan ayam hidup ke pasar.
Menanggapi temuan itu, pihak Dharma Jaya menyatakan akan segera menindaklanjuti hasil pengawasan Satgas Pangan. Manajemen disebut akan langsung berkoordinasi dengan jajaran di lapangan agar harga segera disesuaikan dengan harga acuan yang berlaku.
” Kami segera akan menindaklanjuti kepada manajemen untuk menekan harga yang saat ini ada. Per hari ini juga akan kami sampaikan kepada teman-teman di lapangan supaya dapat mengikuti harga yang berlaku saat ini,” kata perwakilan Dharma Jaya.
