Bupati Cirebon, Imron.
CIREBON (LB)- Keterbatasan sumber daya manusia (SDM) terampil dinilai menjadi hambatan utama Kabupaten Cirebon untuk bertransformasi dari industri padat karya berupah rendah menuju industri bernilai tambah tinggi.
Bupati Cirebon, Imron mengatakan, peningkatan kualitas SDM menjadi agenda mendesak untuk menarik investasi berbasis teknologi dan padat modal.
Menurut Imron, struktur industri di Kabupaten Cirebon masih didominasi sektor padat karya seperti garmen, furnitur, dan kerajinan rotan. Sektor tersebut menyerap banyak tenaga kerja, namun rentan terhadap fluktuasi pasar global.
“Investor berbasis teknologi membutuhkan tenaga kerja dengan keterampilan khusus. Tanpa itu, sulit bagi Cirebon untuk naik kelas,” katanya, Senin (2/3).
Imron menyebut ketergantungan pada industri padat karya berisiko menahan laju transformasi ekonomi. Ini karena margin keuntungan yang tipis dan potensi pemutusan hubungan kerja saat permintaan pasar melemah.
Dia menilai, sejumlah calon investor yang menjajaki Cirebon kerap menanyakan kesiapan tenaga kerja lokal untuk posisi teknisi, operator mesin modern, dan tenaga ahli manufaktur.
Berdasarkan evaluasi pemerintah daerah, mayoritas tenaga kerja Cirebon masih lulusan pendidikan menengah.
“Untuk memenuhi kebutuhan industri modern, diperlukan tambahan kompetensi seperti penguasaan mesin otomatis, literasi digital, dan pemahaman sistem produksi berbasis teknologi,” ungkapnya.
Pemerintah Kabupaten Cirebon, kata Imron, telah memperkuat sinergi dengan sekolah kejuruan dan balai latihan kerja guna menyesuaikan kurikulum vokasi dengan kebutuhan industri.
Selain peningkatan kompetensi SDM, pemerintah daerah juga menyiapkan perbaikan infrastruktur, kepastian regulasi, serta kawasan industri terintegrasi untuk menarik investasi bernilai tambah. “Kami menargetkan investasi yang berkelanjutan dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tukasnya. *
