Pemberian sertifikat penghargaan kepada Wirawati Hartawan.
JAKARTA (LB)—DPP ADYTI (Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Dong Yue Taiji Quan Indonesia) mengadakan kegiatan ToT (Training of Trainers) II Tingkat Nasional 2025 yang berlangsung selama tiga hari, 12 – 14 Desember 2025. Tema kegiatan ini yaitu Membangun kompetensi, mewujudkan pelatih berkualitas, menuju Indonesia Emas 2045.
Kegiatan ToT yang diikuti oleh seluruh pelatih taiji dari berbagai daerah di Indonesia dilangsungkan di EL Hotel, Jalan Raya Gading Kirana, Kelapa Gading, Jakarta Utara resmi dibuka oleh Ketua Umum ADYTI DR (HC) Drs. Efendi Hansen Ng pada Jumat (12/12/2025).

Hadir dalam acara pembukaan Analis Kebijakan Ahli Kemenpora Dr. Angga Prananda Bakti, M.Pd yang mewakili Deputi Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Ketua Dewan Pembina ADYTI Wirawati Hartawan, Anggota Dewan Pembina ADYTI Wirawan Hartawan, Olih L.A.Hidayat SH,MH, Ketua Harian Hermina Hasibuan dan Perdaningrum, Ketua Dewan Penasehat ADYTI Tantro serta Ambar Susilastuti, Koord..OKK KORMINAS.
Di sela prosesi pembukaan, acara diisi dengan pemberian penghargaan kepada Wirawati Hartawan, yang telah berjuang sejak lama dalam menghidupkan organisasi ADYTI. Wirawati Hartawan adalah putri dari mendiang Tjandra Herawati Widjaja, orang yang pertama kali memperkenalkan olahraga taiji di Indonesia.

Ketua Umum DPPR ADYTI DR (HC) Drs. Efendi Hansen Ng dalam sambutannya menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada seluruh panitia, narasumber, serta para peserta dari berbagai daerah yang telah berkomitmen untuk mengikuti pelatihan ini.
“Terima kasih juga kepada Deputi Pembudayaan Olahraga Kemenpora R.I dan KORMI Nasional yang turut mendukung kegiatan ini,” tambahnya.

Lebih lanjut Efendi Hansen mengatakan bahwa program ToT ini merupakan bagian penting dari upaya kita dalam memperkuat kualitas pelatih Taiji dan Qigong di Indonesia. Melalui kegiatan ini, kita berharap para peserta tidak hanya menguasai teknik dan prinsip prinsip taiji dan Qigong secara benar, tetapi juga memahami filosofi, etika, serta nilai-nilai keseimbangan dan keharmonisan yang menjadi dasar dari Taiji dan Qigong ini.
Sebagai Induk Organisasi Olahraga Masyarakat yang berkomitmen memajukan Taiji dan Qigong di tanah air, kita memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap pelatih dapat mengajarkan Taiji dan Qigong dengan standar yang baik, benar, terukur dan teratur Karenanya, pelatihan ini diharapkan mampu melahirkan para pelatih yang profesional, berintegritas, dan mampu menjadi penggerak perkembangan Taiji dan Qigong di lingkungan masing-masing.

“Saya berharap kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang transfer ilmu, tetapi juga ruang untuk mempererat persaudaraan, membangun kerja sama, dan menumbuhkan semangat bersama dalam memajukan ADYTI di Indonesia,” ujarnya.
Analis Kebijakan Ahli Kemenpora Dr. Angga Prananda Bakti, M.Pd yang mewakili Deputi Pembudayaan Olahraga Kemenpora mengatakan, pihaknya mendukung program kerja di institusi kebudayaan olahraga.
Menurutnya, Kemenpora memiliki program kerja dalam Pelatihan, Sertifikasi, dan Uji Kompetensi untuk pelatih tenaga olahraga, dan tenaga pendukung bagi seluruh organisasi yang tergantung di bawah Kemenpora.

Kemudian, sambung Angga, apabila sudah ada pedoman, penyelenggaraan, pelatih yang menjadi acuan Itu untuk dipedomani dan bisa disinkronkan dengan pedoman pelatihan yang sudah ada di penyelenggaraan Pertama. Jam pelajarannya, marker, dan kemudian tingkatan atau level pelatihannya disesuaikan, agar tujuan-tujuan dari setiap pelatihan, khususnya di ADYTI Bisa tercapai dari tingkat dasar, mahir, hingga lanjutan.
“Kami mewajibkan setiap peserta yang sudah mengikuti pelatihan itu, agar mengamalkan hasilnya. Pertama. Di ekstrakulikuler sekolah, di masyarakat atau komunitas, para kawan pelatih itu bentuklah aktualisasinya dengan melatih anak-anak kecil atau apapun, sesuai dengan penerimaan pelatihannya,” pesan Angga.
Sementara itu Hermina Hasibuan selaku Ketua Panitia Pelaksana ToT II Tingkat Nasional 2025 mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian program kerja ADYTI hasil Rakernas ADYTI tahun 2025, dalam rangka peningkatan kapasitas pelatih serta standardisasi kompetensi kepelatihan Taiji di seluruh Indonesia.

Hermina menambahkan, kegiatan ToT ini diikuti oleh 46 peserta yang terdiri dari 9 DPD ADYTI di seluruh Indonesia. Adapun materi yang disampaikan oleh narasumber dari DPP ADYTI dalam ToT kali ini yaitu: Lian Gong Shi Ba fa (seri 1), Taiji quan 24 Jurus (tangan kosong) dan Taiji jian 32 Jurus (pedang), yang mencakup Standarisasi Gerak, Metodologi Pengajaran, Etika dan Disiplin Pelatih, Teknik Koreksi dan Evaluasi, dan Manajemen Kelas Latihan.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk pemaparan materi, praktik lapangan, diskusi terarah dan uji kompetensi. Peserta yang memenuhi kriteria dinyatakan kompeten dan berhak menerima sertifikat ToT ADYTI Tahun 2025. **
