. Laga Manchester United kontra West Ham United yang berkahir imbang 1-1.
MANCHESTER – Manchester United (MU) gagal meneruskan momentum di Liga Inggris. Menjamu West Ham United di Old Trafford pada Jumat (5/12) dinihari WIB, MU membuang keunggulan sehingga harus puas dengan hasil imbang 1-1.
Kedua tim bermain tanpa gol sampai 57 menit waktu permainan. Namun Setan Merah mampu membuka keunggulan melalui Diogo Dalot. West Ham menyamakan skor di 10 menit terakhir dari sepakan Soungoutou Magassa.
Dengan satu angka tambahan ini, Manchester United cuma naik satu peringkat ke posisi delapan klasemen Liga Inggris. MU mengoleksi 22 poin dari 14 pertandingan, berjarak dua poin dari Chelsea di empat besar. Sedangkan the Hammers masih terbenam di zona degradasi dengan 12 poin.
Manajer Manchester United, Ruben Amorim frustrasi timnya membuang banyak peluang. The Red Devils tampil begitu dominan 64 persen penguasaan bola dibanding dengan The Hammers yang hanya 36 persen.
“Saya pikir penampilan secara keseluruhan tidak sempurna. Kami memiliki momen-momen penting, tetapi kami kehilangan kendali dalam beberapa menit di babak pertama dan babak kedua, terutama setelah gol tersebut. Pertandingan ini jelas milik kami untuk dimenangkan dan kami memiliki peluang melalui (Matheus) Cunha untuk menyelesaikan pertandingan. Ini benar-benar membuat frustrasi karena jika Anda melihat pertandingan, Anda mengendalikan permainan dan kami tidak menang,” ujar Amorim dikutip dari BBC.
Manchester United juga dinilai lemah dalam menghadapi sepak pojok. Noussair Mazraoui bisa menyapu bola sundulan Jarrod Bowen di garis gawang. Namun sapuannya justru mengarah ke Magassa yang tinggal menyambarnya jadi gol.
Dikutip dari Opta, Setan Merah sudah kebobolan 15 gol dari sepak pojok sejak awal musim lalu. Hanya West Ham yang jumlah kebobolan dari sepak pojok dari musim lalu lebih banyak dari MU. The Hammers kebobolan 17 gol dari sepak pojok.
Amorim tentu harus segera memperbaiki kelemahan ini. “Kita tidak bisa membiarkan tim yang jauh lebih besar dari kita mendapatkan tendangan sudut dalam kondisi seperti ini. Detail-detail kecillah yang membuat perbedaan, dan hari ini, tendangan sudutlah yang membuat perbedaan,” ujar Amorim dikutip dari Telegraph.
Walau demikian Amorim menegaskan hasil ini bukan kemunduran buat timnya. “Ini bukan kemunduran. Kami sempat punya beberapa momen. Itu bisa terjadi. Anda bicara soal ketika kami melaju kami sempurna, tapi tidak, kami sungguh inkonsisten. Kalau Anda lihat golnya, 83 menit kami mengontrol bola-bola panjang dan semuanya dan kami harus lebih baik lagi,” ujar Amorim.
Bek MU Diogo Dalot menyesalkan hasil imbang ini. “Itulah solusi yang perlu kami temukan. Solusinya bisa beragam. Seharusnya tidak seperti ini karena Anda berjuang selama 60 menit untuk mencetak gol, lalu ketika itu terjadi, Anda harus terus melakukan hal yang sama, bahkan lebih mengontrol, penguasaan bola lebih lama agar kami bisa dominan. Terutama permainan yang mengarah ke sudut gawang di mana gol lawan tercipta, itulah jenis permainan yang perlu kami hindari, terutama melawan tim yang bagus dalam serangan balik,” ungkap Dalot kepada Sky Sports.
Ia mengaku bahwa West Ham bakalan melakukan serangan balik yang bagus. “Kami tahu di laga ini bahwa mereka akan mencari serangan balik dan skema bola mati, dan sayangnya kami tidak bisa mempertahankan keunggulan tersebut, tapi pada akhirnya kami harus melihat ke diri kami sendiri, kupikir ini lebih merupakan kesalahan kami, daripada penghargaan untuk West Ham,” kata Dalot.
Sementara manajer West Ham Nuno Espírito Santo mengatakan timnya sudah berjuang untuk memnberikan perlawanan yang maksimal. “Seluruh pemain sudah berjuang dan memberikan yang terbaik. Kami sadar MU sangat kuat, maka kami pun tampil dengan solid,” ujarnya di situs klub.***
