Jorge Martin, Pebalap Aprilia.
NOALE – Rider Aprilia Jorge Martin menegaskan, hasil buruk di MotoGP 2025 tidak akan menentukan kariernya. Martin memastikan akan bangkit lebih kuat di musim depan.
Setelah merengkuh titel juara dunia bersama Pramac di 2024, Jorge Martin bahkan tidak punya kesempatan untuk bersaing pada musim ini. Cedera berkepanjangan diderita pebalap Spanyol itu memaksa dia hanya beraksi di delapan dari 22 seri yang dipanggungkan.
Pencapaian terbaik Martin bersama Aprilia hanyalah sekali finis keempat di grand prix Hungaria. Martin mengakhiri musim di posisi 21 klasemen MotoGP dengan perolehan 34 poin.
Ia mengaku lebih banyak mengambil pelajaran dari musim apesnya itu, ketimbang saat jadi juara dunia. Martin juga mengungkapkan, hasil mengecewakan tersebut tidak akan memengaruhi sisa kariernya.
“Saya hanya sedikit belajar dari musim lalu, musim saat saya jadi juara dunia. Dari musim ini, saya sudah belajar lebih banyak. Jika ada satu hal yang bisa kupastikan adalah saya akan jadi lebih baik, saya akan bersaing dengan lebih baik, saya akan makan dengan lebih baik, dan akan berlatih lebih baik lagi,” ungkap Martinator dilansir Crash.
Rider berusia 27 tahun itu pun mengaku tak sabar untuk memulai balapan lagi. “Musim ini telah memberiku hal itu, bukan musim sebelumnya. Saya tahu bahwa saya mencintai olahraga ini lebih dari yang kubayangkan, karena sebuah musim seperti ini, saya bisa menunggu sampai Februari untuk kembali menunggangi motor. Namun, musim yang sangat buruk ini tidak akan menentukan karierku,” tutur Martin.
Sementara rekan Martin di Aprilia, Marco Bezzecchi, tampil impresif di paruh kedua musim untuk finis ketiga di MotoGP 2025. Bos Aprilia Massimo Rivola pun berniat menambah kontrak Bezzecchi. Bezzecchi dikontrak Aprilia sampai akhir musim 2026.
Tak bisa dipungkiri bahwa Italiano berusia 27 tahun itu semula bukan pebalap nomor satu di timnya, melainkan Martin. Namun, Bezzecchi mampu memainkan peran tersebut di tengah cedera berkepanjangan Martin.***
