Foto bersama Ketua Umum MATAKIN dan rombongan.
JAKARTA (LB)–Ketua Umum MATAKIN (Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia) Xs. Budi S. Tanuwibowo, belum lama ini meninjau progress proyek pembangunan Gedung Pusat Pendidikan & Pelatihan MATAKIN, di Kp. Bale Kambang, RT 001 RW 02, Desa Cikanyere, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Dalam kegiatan tersebut Ketua Umum MATAKIN didampingi Ws. Sunarta Hidayat (Sekretaris Bid. Kerohanian) dan istri, Dq. Hendry Ayung Tjoe (Wakil Ketua Bidang Perayaan Keagamaan dan Sosial), Js. Ruysya Supit, Dq. Abraham D. Lawalata, dan Dq. Auw Jang Phin Kuan.

Gedung Pusat Pendidikan & Pelatihan MATAKIN yang dibangun di atas lahan seluas 5.653 M2 ini merupakan satu langkah nyata mewujudkan pengembangan agama Khonghucu di Indonesia.
Setelah mendapatkan kembali legalitas dan diakui sebagai salah satu agama di Indonesia, kebutuhan akan pendidikan, pemberdayaan serta pelayanan Khonghucu semakin meningkat di berbagai daerah, sehingga dibutuhkan peningkatan kualitas SDM (sumber daya manusia) khususnya rohaniwan, guru dan pengasuh sekolah minggu melalui pendidikan dan pelatihan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Ketua Umum MATAKIN Xs. Budi S. Tanuwibowo menyampaikan gedung tersebut akan digunakan sebagai sarana pendidikan dan pelatihan bagi rohaniwan dan calon rohaniwan, guru sekolah minggu, aktifitas Pemuda Khonghucu, aktifitas Perempuan Khonghucu dan untuk kebutuhan lainnya.

“Selama ini MATAKIN kerapkali menghadapi masalah teknis ketika akan melaksanakan kegiatan, yang dimana permasalahan utamanya adalah gedung yang luas dan representatif untuk digunakan dalam acara berskala besar. Dengan dibangunnya Gedung Pusdiklat ini diharapkan kedepannya dapat mendorong kemajuan agama dan umat Khonghucu di Indonesia,” ujar Budi, dalam keterangan pers tertulis, Rabu (12/3/2025).
“Kami berharap dengan adanya dukungan, partisipasi dan doa restu dari berbagai pihak terutama Umat Khonghucu sendiri, Donatur, Pemerintah dan Simpatisan dapat mendorong percepatan realisasi pembangunan Gedung Pusdiklat ini yang kita harapkan akan segera selesai dan rampung tepat pada waktunya. Karena Pendidikan dan penguatan SDM adalah hal yang vital dan sangat menentukan gejolak perkembangan agama Khonghucu di Indonesia, maka pembangunan Gedung ini harus didukung sepenuhnya,” pungkasnya. **
