Ilustrasi Pungli.
BANDUNG (LB)- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan, program rumputinisasi atau penanaman rumput di tempat pemakaman umum (TPU) merupakan layanan gratis dari pemerintah dan tidak dipungut biaya apa pun.
Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (Ciptabintar) Kota Bandung, Rulli Subhanuddin menyatakan, tidak ada instruksi dari pihak dinas untuk memungut bayaran dari masyarakat dalam program tersebut.
“Rumputinisasi itu gratis dari kami. Kalau ada pungutan, itu bukan dari petugas dinas melainkan warga sekitar yang biasa menawarkan jasa perawatan makam,” kata Rulli Subhanuddin, Kamis (2/10).
Ia menjelaskan, pemasangan rumput dilakukan secara bertahap setiap tahun di seluruh TPU yang ada di Kota Bandung. Namun, beberapa area tertentu seperti TPU Pandu yang memiliki nilai sejarah tidak akan mengalami perubahan.
“Kalau masyarakat mau bersabar, semua makam pada akhirnya akan dirumputi tanpa biaya. Tapi kalau ingin cepat, biasanya ahli waris berurusan langsung dengan warga sekitar sehingga ada biaya tambahan. Itu di luar program resmi,” ucapnya.
Ia pun mengimbau masyarakat, untuk segera melaporkan jika menemukan pungutan liar atau merasa dirugikan dalam proses rumputinisasi makam. Meski begitu, Rulli mengakui pengawasan di lapangan cukup sulit karena sebagian besar transaksi terjadi langsung antara ahli waris dan pihak luar.
“Sulit dikontrol karena tidak melalui jalur resmi. Tapi kalau ada keluhan, laporkan, pasti kami tindak lanjuti,” ujar dia.
Di sisi lain, pihaknya mengungkapkan hampir seluruh tpu di kota bandung saat ini sudah penuh. Untuk mengatasi keterbatasan lahan pemakaman, pemerintah tengah menyiapkan lahan baru di tpu Rancacili, Kecamatan Gedebage.
Rancacili disiapkan sebagai area pemakaman baru dengan luas sekitar 6,5 hektare. Proses pembebasan lahan dilakukan secara bertahap selama lima tahun karena nilai anggaran yang cukup besar.
“Harga lahannya dari hasil kajian sekitar Rp1,9 sampai Rp2 juta per meter. Karena anggarannya besar, pembebasan dilakukan bertahap selama lima tahun,” jelasnya.
Ia menyebutkan, Rancacili dinilai lebih tepat dibandingkan Cikadut yang memiliki topografi miring. Menurutnya, pembebasan lahan di lokasi datar jauh lebih efisien dibandingkan mengeluarkan biaya besar untuk pematangan lahan.
“Pelayanan pemakaman memang tidak menghasilkan PAD, tapi tetap wajib kami layani. Maka strategi kami adalah fokus pada pembebasan lahan datar agar bisa menampung lebih banyak warga,” tandas dia. *
