7 Desa Masuk Wilayah Rawan, Pemkab Cirebon Siapkan Status Siaga Kekeringan

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon, Syamsul Huda.

CIREBON (LB)- Pemerintah Kabupaten (PemkabCirebon mulai melakukan langkah antisipasi menghadapi musim kemarau dengan menyiapkan Surat Keputusan (SK) Bupati tentang penetapan status siaga kekeringan dan pembentukan Pos Komando (Posko) Siaga Bencana Kekeringan.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon, Syamsul Huda mengatakan, kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari SK Gubernur Jawa Barat terkait kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan.

“Memasuki musim kemarau, Pemerintah Kabupaten Cirebon sedang menyiapkan SK Bupati tentang status siaga kekeringan dan pembentukan pos komando siaga bencana kekeringan. Ini merupakan turunan dari SK yang sudah diterbitkan oleh Gubernur Jawa Barat,” ujar Syamsul, Selasa (23/6).

7 Desa Berpotensi Krisis Air

BPBD memetakan sedikitnya tujuh wilayah yang berpotensi mengalami kekurangan air bersih selama musim kemarau. Wilayah tersebut meliputi Desa Sibubut di Kecamatan Gegesik, Desa Walahar dan Desa Cupang di Kecamatan Gempol. Lalu Desa Winduhaji Kecamatan Sedong, Desa Mundu Mesigit  Desa Banjarwangunan, dan Desa Pamengkang di Kecamatan Mundu.

“Pada wilayah wilayah itu ada potensi kekurangan pasokan air bersih. Saat ini kita sedang memantau situasi dan kondisi di wilayah tersebut,” aku Syamsul.

Menurut Syamsul, sejumlah langkah antisipasi telah disiapkan untuk mengurangi dampak kekeringan. Di antaranya distribusi air bersih kepada masyarakat serta mengoptimalkan sumur bor yang telah dibangun sebelumnya.

“Antisipasinya dengan distribusi air bersih dan mengoptimalkan sumur bor yang sudah dibuat,” katanya.

Dia menjelaskan, sumur bor air dalam telah dibangun sejak awal tahun di sejumlah wilayah yang selama ini memiliki potensi kekurangan air. Seperti, Desa Walahar, Cupang, Winduhaji, dan wilayah Beber.

Meski demikian, hingga saat ini BPBD Kabupaten Cirebon belum menerima laporan mengenai kekeringan parah di wilayah Kabupaten Cirebon.

“Sampai saat ini belum ada laporan terkait potensi kekeringan yang parah karena wilayah Cirebon masih memiliki potensi hujan,” ucapnya.

Syamsul menambahkan, kondisi cuaca saat ini masih memungkinkan terjadinya hujan meskipun secara kalender klimatologi telah memasuki musim kemarau.

Kondisi tersebut dipengaruhi oleh fenomena iklim yang menyebabkan curah hujan masih terjadi di beberapa wilayah.

Ia memperkirakan musim kemarau di Kabupaten Cirebon akan berlangsung hingga September 2026. “Kemarau diperkirakan berlangsung dari awal Juni sampai September. Namun saat ini masih ada potensi hujan meskipun sudah masuk musim kemarau,” pungkasnya. *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *