Yayasan Hakka Aceh Tutup Program Bantuan Kemanusiaan Banjir Bandang dengan Kegiatan Sosial Kemanusiaan

Foto bersama anak-anak yatim piatu penerima sumbangan.

PIDIE JAYA (LB)—Yayasan Hakka Aceh (YHA) secara resmi menutup Program Bantuan Kemanusiaan Banjir Bandang November 2025 melalui rangkaian kegiatan yang berlangsung di Gampong Meunasah Geunteng, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Kamis (5/3/2026).

          Kegiatan penutupan diawali dengan tahlilan untuk mendiang Ketua Yayasan Hakka Aceh Almarhum Kho Khie Siong, sebagai bentuk penghormatan dan doa bersama atas jasa serta pengabdian beliau dalam berbagai kegiatan sosial kemanusiaan.

          Dalam kesempatan tersebut, Yayasan Hakka Aceh juga menyalurkan sumbangan kepada anak-anak yatim piatu, sebagai wujud kepedulian sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama yang dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah, organisasi sosial, relawan, serta masyarakat setempat.

Suasana berbuka puasa bersama.

          Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Pidie Jaya, Wakil Ketua I Yayasan Hakka Aceh Murlin, Ketua INTI Aceh Azmi Abubakar, para relawan Yayasan Hakka Aceh dari Sigli, Pidie Jaya, Bireuen, dan Aceh Utara, perwakilan Artha Graha Peduli, Pemuda Cakra Donya, serta masyarakat Gampong Meunasah Geunteng.

          Dalam sambutannya, Ketua INTI Aceh Azmi Abubakar memberikan pencerahan kepada para hadirin mengenai hubungan persaudaraan antara masyarakat Aceh dan masyarakat Tionghoa yang telah terjalin sejak hampir tujuh abad silam.

Ia menegaskan bahwa hubungan tersebut bukan sekadar hubungan dagang, tetapi juga hubungan kebudayaan dan persahabatan yang panjang dalam sejarah.

          Salah satu simbol sejarah yang menandai hubungan tersebut adalah Lonceng Cakra Donya, peninggalan abad ke-15 yang diyakini berasal dari Tiongkok dan hingga kini masih tersimpan di Aceh sebagai bukti eratnya hubungan antara Kesultanan Aceh dengan dunia Tiongkok pada masa lampau.

          Kegiatan ini menjadi penutup dari rangkaian program kemanusiaan Yayasan Hakka Aceh yang dilaksanakan sejak terjadinya banjir bandang pada November 2025, yang sebelumnya menyalurkan berbagai bantuan kepada masyarakat terdampak di sejumlah wilayah.

          Sekretaris Yayasan Hakka Aceh Chong Lie, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi penutup program bantuan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan, solidaritas, dan persaudaraan lintas etnis yang telah lama tumbuh di Aceh. **

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *