Florian Wirtz, Pemain Liverpool.
LIVERPOOL – Florian Wirtz sudah menunjukkan performa yang bagus bersama Liverpool. Eks pemain Si Merah, Jamie Carragher pun menyebutnya sebagai pemain istimewa.
Terbaru, Liverpool memetik kemenangan atas Newcastle United dengan skor 4-1 dalam lanjutan Liga Inggris di Anfield, Minggu (1/2). Hugo Ekitike mencetak dua gol, Wirtz dan Ibrahima Konate mencetak satu gol. Wirtz juga mencetak satu assist dalam laga itu. Dia membidani gol pertama Ekitike.
Dengan harga yang mencapai 116 juta Poundsterling, Wirtz jelas mempunyai beban berat di pundaknya. Sejauh ini, pemain berusia 22 tahun itu sudah membukukan enam gol dan delapan assist dalam 32 pertandingan di semua ajang.
Setelah sempat mengkritik Wirtz, Carragher mulai melunak seiring dengan perbaikan performa. Wirtz disebut sebagai pemain istimewa.
“Wirtz terus menunjukkan peningkatan setiap saat. Lambat laun, tongkat estafet harus diserahkan, dan tidak ada keraguan bahwa ia memiliki kualitas yang nyata. Premier League telah kehilangan Kevin De Bruyne, (tetapi) kita telah mendapatkan Wirtz. Kita sedang membicarakan pemain-pemain istimewa yang hadir di liga kita. Saya telah sering memperhatikannya dan memikirkan apakah dia mampu mencapai level De Bruyne. Ketika saya melihat Wirtz, saya pikir dia bisa sangat memanjakan mata seperti David Silva, tetapi dia hampir memiliki kemampuan keduanya,” kata Carragher di Daily Mail.
Carragher menilai Wirtz telah bertransformasi dan saatnya menunjukkan diri. “Saya tidak yakin apakah dia akan mencapai perolehan angka (statistik) yang didapat De Bruyne. Namun, berbicara tentang awal yang lambat, salah satu pertandingannya adalah saat bertandang ke markas City dan Gary Neville mengatakan dia tampak seperti ‘anak kecil’. Dia sedang percaya diri sekarang. Dia telah bertransformasi dari seorang bocah, dan ini adalah kesempatan besar baginya untuk membungkam kritik Neville tersebut,” ujar Carragher.
Wirtz sendiri mengaku kaget dengan proses adaptasinya yang lambat di Liverpool. Tapi, Wirtz senang performa terbaiknya sudah kembali.
Wirtz datang dengan ekspektasi tinggi dari Bayer Leverkusen. Sebab dia tampil luar biasa dengan membawa Leverkusen juara Bundesliga tanpa terkalahkan dua tahun lalu.
Apalagi dia adalah wajah sepakbola Jerman saat ini bersama Jamal Musiala. Namun, Premier League rupanya berbeda jauh dengan Bundesliga dan kompetisi Eropa pada umumnya.
Wirtz kesulitan beradaptasi di lima bulan pertama yang juga ditandai dengan jebloknya performa Liverpool. Dia bahkan baru bikin satu assist sampai awal Desember.
Wirtz boleh dibilang lebih pede dalam beraksi di lapangan dan kerap membahayakan pertahanan lawan. Hal ini bikin Wirtz senang mengingat dia sempat down karena performa buruk di awal musim.
“Saya bilang ke diri sendiri bahwa kamu bisa bagus betul di Jerman, jangan tiba-tiba lupa cara main bola ketika sudah di sini. Jadi saya sangat antusias ketika datang dan ingin segalanya serba cepat, tapi faktanya tidak seperti itu. Saya hanya perlu berpikir positif dan yakin bahwa suatu saat penampilan saya bakal bagus,” ujar Wirtz kepada BBC Sport.
Ia mengaku memang tidak mudah beradaptasi dengan kompetisi Liga Inggris. Tapi sebagai seorang pemain profesional ia harus berjuang memberikan segalanya untuk klub. “Memang tidak mudah, tapi Anda harus selalu percaya diri di lapangan. Tapi saya rasa saya bisa mengatasinya dengan baik dan orang-orang di sekitar juga membantu,” tutunya.
Liverpool kembali mendatangkan Jeremy Jacquet Rennes dengan mahar 60 juta Paun (Rp1,3 triliun). The Reds memenangi perburuan pemasin 20 tahun ini yang juga diincar oleh Chelsea. Jacquet diharapkan bisa menambah opsi di sektor bek tengah untuk Liverpool yang sangat bergantung pada Virgil van Dijk dan Ibrahima Konate.
Sanggupkah Jacquet menopang lini belakang Liverpool, sehingga Wirtz dengan leluasa menjadi jenderal di lini tengah? Patut ditunggu.***
