Warga Babakan, Kota Tangerang, mulai melakukan aktivitas mancing di sungai Cisadane pasca tercemar akibat kebakaran Pabrik Kimia, yakni pestisida di Taman Tekno, Kota Tangerang Selatan.
TANGERANG (LB)- Sejumlah warga kembali memancing di bantaran Sungai Cisadane, wilayah Babakan, Kota Tangerang, setelah sungai tersebut sempat tercemar pestisida dan membuat ikan-ikan mati pada Senin (9/2) malam.
Dari pantauan Senin (2/3), beberapa warga duduk di tepi sungai sejak pagi hari dengan membawa peralatan memancing. Sebagian menggunakan alat pancing pada umumnya, sementara lainnya memakai jaring yang biasa digunakan nelayan untuk menangkap ikan.
Air sungai tampak mengalir tenang. Tidak terlihat lagi bangkai ikan yang mengambang di permukaan seperti saat awal kejadian. Arus sungai pun terpantau stabil dan tidak deras.
Bau menyengat yang sempat tercium saat peristiwa pencemaran pestisida terjadi kini sudah tidak terasa.
Didit (62), warga Babakan, mengatakan dirinya sudah kembali memancing sejak sekitar sepekan lalu. “Dari minggu kemarin sudah ada yang mancing. Ikannya masih ada, masih banyak,” ujat Didit di lokasi, Senin.
Ia mengakui, saat pencemaran terjadi, banyak ikan mati, di antaranya sapu-sapu dan patin. Namun, kini kondisi sungai dinilai berangsur pulih. Ikan-ikan mulai kembali bermunculan di Sungai Cisadane pasca-insiden tersebut.
“Yang mati itu ikan-ikan dasar. Sekarang sudah mulai ada lagi, ada lele, mujaer. Sudah bisa dikonsumsi juga,” kata dia.
Terkait bau menyengat, Didit menyebut kondisi itu sudah hilang sejak dua pekan terakhir. “Sudah enggak bau lagi. Kemarin juga sempat dibersihkan, bangkai ikan didorong, sampah-sampah diangkat,” kata dia.
Hal senada disampaikan Dede Alfian (20). Ia menyebut warga mulai kembali memancing sekitar satu minggu lalu, setelah melihat proses pembersihan dilakukan petugas.
“Sudah banyak yang mancing lagi, sudah kayak biasanya. Ikan masih banyak,” kata Dede.
Menurut dia, bangkai ikan yang sebelumnya terlihat mengambang dan tersangkut di tepian sungai telah dibersihkan dalam beberapa hari setelah kejadian.
“Yang bersihin BPBD sama damkar (pemadam kebakaran), gabungan. Dua sampai tiga hari setelah kejadian sudah dibersihkan semua,” jelas dia.
Kini, Dede mengatakan warga merasa lebih tenang setelah melihat langsung proses pembersihan dan penanganan di lokasi. Air sungai pun disebut sudah tidak berbau bensin lagi dan kondisi air tampak lebih jernih.
“Sudah enggak berbau lagi. Warga lihat sendiri proses penormalannya, jadi mulai merasa aman,” kata dia. Meski demikian, warga berharap peristiwa pencemaran tidak kembali terulang. Pasalnya, kondisi tersebut sempat menyulitkan warga karena tidak bisa memancing untuk sementara waktu. *
