Vihara Vajrabodhi Memperingati Kelahiran Guru Besar YM Bhiksu Dharmasagaro Mahasthavira ke-80  Melalui Upacara Shui Lu

BOGOR (LB)–Vihara Vajrabodhi Memperingati Kelahiran Guru Besar dari silsilah Kuang Hua Temple, YM Bhiksu Dharmasagaro Mahasthavira ke-80  melalui Upacara Shui Lu.

          YM Bhiksu Dharmasagaro Mahasthavira merupakan Pendiri dan Dewan Sesepuh Sangha Mahayana Indonesia, Elder Board World Buddhis Sangha Council, dan Kepala Vihara Vajrabodhi.

Upacara ini juga diadakan untuk mendoakan leluhur semua umat, nama harum para donatur, juga untuk Perdamaian Dunia, Persatuan dan Kesatuan Bangsa, mendoakan semua umat agar terbebas dari penderitaan.

          Upacara Shui Lu akan berlangsung selama tujuh hari, dari 15 Juni hingga 22 Maret 2025  di Vihara Vajrabodhi Bogor, kurang lebih 110 Bhiksu dari dalam dan luar negeri dunia membaca ulang semua kitab suci Mahayana.      

          Acara ini dilangsungkan dari 15 hingga 22 Maret 2025, di Vihara Vajra Bodhi Bogor. Dihadiri oleh 110 Bhiksu Bhiksuni dalam dan luar negeri.

YM Bhiksu Dharmasagaro Mahasthavira dilahirkan di Sungailiat Bangka pada penanggalan Lunar tanggal 20 bulan 2 tahun 1945, dengan Nama Tjen Kong Phin. Sekarang telah memasuki usia 80 tahun.

Pada tahun 1972 dalam usia 27 tahun beliau ditahbiskan menjadi Bhiksu dengan tradisi Mahayana di Vihara Pao Lin Monastry Hong Kong yang terletak di Tai San, Lang Tao Island dengan Guru Pentahbis Bhiksu Hui Ming.

          Sejarah mencatat bahwa Sangha Mahayana Indonesia yang didirikan 12 Agustus 1978 di Vihara Buddha Murni, Medan Sumatera Utara oleh 12 orang anggota sangha, Yang Mulia Bhiksu Dharmasagaro Mahasthavira menjadi Ketua Umum Sangha Mahayana Indonesia selama kurun waktu 30 tahun lebih dan saat ini dikukuhkan menjadi Dewan Sesepuh Sangha Mahayana Indonesia.

          Beliau telah melewati kehidupan sebagai Bhiksu dan mengabdi untuk Buddha Dharma selama 53 tahun. Beliau merupakan pelaku sejarah dari perjalanan napak tilas agama Buddha Mahayana di Nusantara. Beliau juga tercatat masih sebagai Senior Elder President World Sangha Buddhist Council.

          Dalam Kesempatan Hari ulang tahun Beliau ke-80 tahun, murid, cucu murid dan generasi di bawahnya mengadakan Upacara Shui Lu.

          Prosesi pembukaan Upacara Shui Lu yang dipimpin oleh YM Bhiksu Kusalasasana Mahastavira, YM. Bhiksu Dharma Maitri Sthavira, dan Jue Shan Da He Shang, dihadiri oleh Ketua Komisi XII DPR RI dari Fraksi Golkar, Ketua Umum Gemabudhi Bambang Patijaya, Dirjen Bimas Buddha Drs.Supriyadi, M.PD beserta jajaran, dan anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB DR Daniel Johan,

          Upacara Shui Lu diawali ketika Kaisar Wu dari Dinasti Liang bermimpi bahwa makhluk di enam alam hidup menderita dan memohon kepada kaisar untuk upacara pembebasan.

          Upacara Shui Lu memiliki altar dalam dan luar dengan total sembilan Mandala. Mandala luar meliputi Altar Lianghuang, Altar semua Sutra Mahayana, Altar Saddharma Pundarika, Altar Avatamsaka, Altar Shurangama, Altar Tanah Suci, Altar Bhaisajyaguru Buddha dan Altar Ksitigarbha Bodhisattva, serta Mandala dalam yang dipimpin oleh Maha Bhiksu beserta dengan 2 asisten utama dan sekunder.

Pada pagi hari di hari ketiga Upacara, ritual Buddhis seperti menyucikan Mandala Altar bagian dalam, mengirim pemberitahuan, mengibarkan spanduk doa, mengundang Buddha, Orang Suci, dan alam atas, serta membuat persembahan.

Selain itu juga mengirim pemberitahuan dan permohonan, mengundang alam bawah dan memberikan persembahan kepada mereka, dilanjutkan dengan Persembahan Puja Buddha dan dewa serta Dharmadesana singkat diadakan untuk kepentingan semua makhluk dari empat tingkatan suci dan enam makhluk hidup dalam menemukan pembebasan dari lautan penderitaan.

          Ritual Persembahan Dana Shui Lu memiliki berkah pahala kebajikan yang luar biasa, bisa menggetarkan manusia di masa lampau maupun manusia di masa sekarang.

Semua makhluk di alam yang suci, maupun makhluk yang belum suci, dimanapun berada, di air, di tanah, di angkasa yang berasal dari masa lalu, sekarang dan akan datang dari berbagai macam perwujudan, semuanya bisa memperoleh berkah pahala kebajikan dan mencapai pembebasan.

Ciri khusus dari Ritual Shui Lu adalah terletak pada objek persembahan pelimpahan jasa yaitu memiliki objek yang tak terhingga. Dan jumlah objeknya tidak bisa dihitung dengan menggunakan ilmu pengetahuan modern. Hanya dengan satu kata: “Tak terbatas jumlahnya”. **

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *