Jamie Vardy bersama petinggi Cremonese.
CREMONA – Jamie Vardy memulai petualangan baru di Serie A bersama Cremonese. Rupanya, Enzo Maresca yang bisa meyakinkan sang striker tidak muda lagi itu untuk gabung ke sana.
Vardy direkrut secara gratis oleh Cremonese pada musim panas ini. Itu setelah, kontrak Vardy dengan Leicester City habis.
Ini bakal jadi petualangan pertama Vardy ke luar Inggris. Meski sudah berusia 38 tahun. Vardy mengaku masih sanggup untuk bermain di level tertinggi.
Sebagaimana diketahui Enzo Maresca adalah mantan manajer Leicester City. “Saya masih berhubungan baik dengan Maresca. Dia menyarankan untuk datang ke sini, karena dia tahu betul soal klub dan kota Cremona yang indah. Setelah kesempatan itu ada, jadi saya putuskan untuk bergabung,” ujarnya.
Vardy pernah membawa Leicester City yang merupakan klub promosi jadi kampiun Premier League di 2016 lalu. Vardy juga naik namanya ketika Leicester kembali ke Premier League pada musim 2014/2015. Saat itu Vardy dkk. berhasil mempertahankan Leicester dari jerat degradasi di pekan-pekan terakhir.
Vardy mencatatkan statistik terbaiknya dengan 24 gol dari 36 laga Premier League. Vardy kemudian dikenal sebagai salah satu penyerang top di Premier League sekalipun kariernya telat meroket.
Setelah 13 tahun memperkuat Leicester dan membuat 200 gol dari 500 laga, Vardy pergi di akhir musim lalu karena klubnya degradasi. Itu jadi kali kedua Vardy merasakan turun kasta bersama Leicester setelah musim 2022/2023.
Kini Vardy melanjutkan kariernya bersama Cremonese. Ceritanya mirip-mirip Leicester, Cremonese sudah lama tidak bermain di Serie A sejak terakhir 1995/1996.
“Setelah bicara dengan manajer dan pemilik, tugas utama adalah memastikan kami bertahan di Serie A. Jujur, itu sama seperti saat saya gabung Leicester. Kami tidak pernah berpikir seperti itu (Leicester bakal juara). Misi kami selalu bertahan di liga, itu yang terpenting. Jadi Anda harus tampil maksimal, fokus laga per laga. Anda harus memberikan segalanya. Lalu kami akhirnya bisa meraih kemenangan demi kemenangan, sepakbola ya seperti itu,” ujar Vardy seperti dilansir ESPN.
Vardy pernah bermain di bawah arahan dua manajer asal Italia. Ini jadi modal Vardy untuk menaklukkan Serie A bersama Cremonese. Ia pernah dilatih Claudio Ranieri dan Maresca.
Bersama Ranieri, Vardy membawa Leicester juara Premier League. Sementara bersama Maresca, Vardy membantu Leicester promosi ke Premier League dua tahun lalu.
“Orang-orang bilang saya tidak akan bisa beradaptasi dengan Serie A dan saya tidak bisa mencetak 20 gol bersamanya. Tidak pernah ada kata telat untuk belajar. Saya dapat sedikit masukan dari Ranieri. Saya tahu dia pasti banyak memuji saya di depan pelatih. Jadi saya berusaha tidak mengecewakannya,” ujar Vardy di ESPN.
Pertarungan di Serie A menjadi tantangan tersendiri bagi Vardy. Dia ingin membuktikan diri masih bisa bersaing di level elit meski sudah menginjak usia 38 tahun.
“Sepanjang karier saya, orang-orang selalu meragukan saya, tetapi saya selalu berhasil membuktikan mereka salah. Saya telah melihat semangat pelatih. Musim ini akan sangat panjang; kami memulai sebagai tim yang tidak diunggulkan, tetapi kami berjuang untuk jersey ini. Bagi saya, usia hanyalah angka. Saya selalu memperhatikan kondisi kaki saya. Selama tidak ada tanda-tanda masalah, saya akan terus melakukan apa yang saya bisa,” kata Vardy dilansir dari Cremona Sport Cremonese mengawali Liga Italia 2025/2026 dengan sempurna.
La Cremo mampu menyapu bersih kemenangan di dua laga dan kini berada di posisi ketiga klasemen sementara.***
