Virgil van Dijk dan Trent Alexander-Arnold, Pemain Liverpool
LIVERPOOL – Keputusan Trent Alexander-Arnold meninggalkan Liverpool membuatnya dibandingkan dengan Virgil van Dijk dan Mohamed Salah. Pasalnya, Van Dijk dan Salah pilih bertahan.
Perbandingan itu tak lepas dari situasi serupa yang dihadapi ketiganya. Tiga pemain Liverpool tersebut sama-sama habis kontraknya pada Juni mendatang dan dikaitkan dengan sejumlah klub.
Namun saat Van Dijk dan Salah pada prosesnya memutuskan memperpanjang kontrak dua tahun, Trent Alexander-Arnold sebaliknya. Pemain 26 tahun itu memilih pergi dan rumor kuatnya akan gabung Real Madrid.
Keputusan itu pula yang membuatnya tak bisa menghindari cibiran sebagian suporter Liverpool. Sebagai pemain asli kota Liverpool dan sudah gabung klub sejak enam tahun, Trent dianggap kurang loyal. Malah Van Dijk dan Salah dinilai lebih cinta Liverpool. Tapi bagi Van Dijk, keputusan personal tak pernah bisa diperbandingkan.
“Semua orang punya opininya masing-masing dan dia merasa sudah meraih semuanya. Dia memang mengalaminya, dan dia ingin mencoba sesuatu yang berbeda. Kita bicara soal salah satu klub terbesar dalam bentuk Real Madrid, yang mungkin jadi tujuannya sebagaimana saya baca di media. Saya sendiri selama ini sedang membereskan urusan-urusanku. Saya harus mengamankan masa depanku juga dan cukup sibuk dengan itu. Ada banyak sekali opsi lainnya, tapi buatku tempat itu adalah Liverpool,” kata Van Dijk dikutip BBC.
Liverpool memang akan merayakan gelar juara Premier League musim ini dengan nuansa kehilangan. Alexander-Arnold, anak yang gabung sejak usia 6 tahun, pergi.
Ia sendiri belum mengungkapkan hendak ke mana, tapi rumor sudah sangat kuat bahwa Real Madrid akan jadi tujuannya. Kepergian Alexander-Arnold ini, anak asli kota Liverpool, cukup merusak nuansa jelang selebrasi juara Liverpool pada 25 Mei mendatang.
Pada laga kontra Arsenal yang berakhir 2-2 di Anfield, Miggu (11/5) malam WIB lalu, ia mendapatkan sorakan dari sejumlah suporter. Ada kekhawatiran isu ini malah mengaburkan pesta nanti.
“Rasanya tidak. Tidak perlu begitu. Ada banyak pemain lain yang juga berhak akan hari yang menakjubkan. Kami ingin memenangi dua pertandingan lagi dan setelah bunyi terakhir peluit, termasuk dia, mengangkat trofi dan merayakan dengan cara yang belum pernah kami lakukan sebelumnya,” tutur Van Dijk.
Manajer Liverpool Arne Slot sendiri tidak mau ambil pusing soal sambutan negatif fans kepada Alexander-Arnold. Menurutnya hal itu adalah hak fans. Saat Liverpool menjamu Arsenal, kondisi itu adalah untuk pertama kalinya Trent tampil di depan fans Liverpool setelah pengumuman kepergiannya.
Tapi, Trent tidak jadi starter karena Slot lebih mempercayakan Conor Bradley. Tanpa Trent, Liverpool unggul 2-0 di babak pertama lewat gol-gol Cody Gakpo dan Luis Diaz. Gabriel Martinelli memperkecil skor dua menit selepas jeda, sebelum Mikel Merino membuat skor 2-2 pada menit ke-70. Sebelum Merino membobol gawang Liverpool, Slot menurunkan Trent pada menit ke-67.
Sayangnya, Trent tidak bisa berbuat banyak untuk membawa Liverpool menang. Yang ada Trent malah mendapat sambutan berbeda dari suporter Liverpool di Anfield.
Di satu sisi, ada yang masih menginginkan Trent dan mendoakan yang terbaik sekalipun jadi pergi. Di sisi lainnya, ada juga fans yang dibuat kecewa karena Trent pergi cuma-cuma tanpa memberikan andil ekonomi untuk klub.
Sebab Slot memahami apa yang dirasakan Liverpudlian selepas Trent pergi. “Hal terbaik soal hidup di Eropa adalah semoga bebas beropini apapun seperti di Liverpool ini, jadi ada yang senang dengannya, ada juga yang tidak suka dengannya. Mereka bertepuk tangan, kadang ada juga yang mencemooh. Semua orang bebas berpendapat dan pada akhirnya orang-orang berpikir positif,” ujar Slot di BBC Sport.
Menurutnya, para fans bisa mengekpresi apa pun tentang suatu kondisi. “Buat saya mudah saja saya berutang kepada fans untuk menurunkan tim yang punya jaminan menang. Saya punya begitu menginginkan Trent karena dia bisa melepaskan 2-3 umpan luar biasa ke kotak penalti. Bagi fans, mereka selalu bebas bereaksi apapun tapi saya selalu membela pemain yang saya punya dan juga mereka di Liverpool saat ini. Saya akan selalu mendukung mereka,” tandas Trent.***
