Suasana doa bersama dalam rangka peringatan HUT Te Bo/ Bunda Bumi di TITD Low Lie Bio Jl.Roro Jonggrang Timur Kota Semarang.
SEMARANG (LB)–Ratusan umat Tri dharma (Buddhis,Tao dan Khonghucu) dari berbagai kota hadir di TITD Low Lie Bio, Kelenteng yang bertengger di perbukitan wilayah Semarang Barat Jawa Tengah pada Sabtu (6/12/2025) malam lalu.
Kehadiran ratusan umat Tri dharma tersebut guna mengikuti peringatan Hari Kelahiran (Sejit) Yang Mulia Malaikat Penguasa Bumi atau Te Bo (Bunda Bumi) atau Ibu Pertiwi. Te- bo atau Bunda Bumi yang dalam konsep Hindu disebut Dewi Laksmi adalah Ibu dari Alam semesta juga dipercaya sebagai Dewi Kesuburan, Kekayaan, Kemakmuran, Keberuntungan, Keadilan, Kecantikan dan Kebijaksanaan dan lain-lain.
“Sebagai malaikat Penguasa Bumi yang kedudukannya di atas Dewa Dewi lainnya, yang di puja oleh umat Tri Dharma sangatlah langka di jumpai di kelenteng-kelenteng lain di Indonesia, sehingga dpt dimaklumi apabila banyak umat Tri dharma yang tidak mengetahui keberadaan beliau ini “, kata Sekretaris umum yayasan Octaviany Samudra, didampingi Tin Tin dan Ari Wibowo selaku Bendahara Yayasan dan Wakilnya.
Dalam peringatan Hari Ulang Tahun (Sejit ) Te – Bo kali ini bertindak sebagai Cia dan Hu Locu adalah David dan Untung Cahyadi.
Tepat pukul 19.00 WIB, upacara ritual doa bersama dimulai dan dipimpin oleh Pandita Dhamma Amaro dibikuti oleh para pengurus, cia dan hu locu, serta puluhan umat yang hadir, mereka bersama-sama melantunkan parita parita suci guna memuliakan para Dewa Dewi .

“Dalam upacara ritual bersama malam ini jg diisi dengan doa doa khusus untuk bangsa Indonesia yg di beberapa daerah dilanda banjir dan tanah longsor dan berakibat banyak korban yg meninggal dunia, semoga di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo dan para menterinya ke depan mampu menanggulangi penyebab dari bencana-bencana yg terjadi di negeri tercinta ini. Dan nantinya dapat mengubah nasib bangsa ini menjadi benar-benar makmur dan sejahtera, karena negara kita ini juga sangat kaya-raya dengan sumber hasil alamnya,” ujar Ketua umum Yayasan Low Lie Bio Indra Satya Hadinata di sela-sela acara usai doa bersama.
Acara selanjutnya adalah makan malam bersama di lanjut ramah tamah dengan hiburan Solo Organ dengan artis penyanyi kenamaan dari kota Semarang. Dalam acara ini juga dihadiri oleh beberapa pengurus dari PTITD dan Martrisia Komda Jateng.
Sebagai puncak acara sekaligus sebagai penutup rangkaian acara pada malam itu tepat pukul 24.00 WIB yang sudah menjadi tradisi kelenteng tersebut diadakan sembahyang kebesaran selama kurang lebih 30 menit yang diikuti oleh seluruh pengurus, cia dan hu locu serta umat yang masih ada di sana. tri
