TA’QALI – Timnas Belanda meraih kemenangan di markas Malta dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026. Bermain di Ta’Qali National Stadium, Jumat (10/10) dini hari WIB. De Oranje menang 4-0.
Timnas Belanda mendapat hadiah tembakan 12 pas 11 menit laga berjalan. Ryan Gravenberch dijatuhkan lawan di kotak terlarang.
Cody Gakpo maju sebagai eksekutor penalti Belanda. Winger Liverpool itu sukses menjalankan tugasnya dengan sempurna dan membawa De Oranje unggul 1-0.
Gakpo nyaris menggandakan keunggulan empat menit berselang. Bola tembakannya dari sisi kiri serangan masih membentur tiang gawang Malta.
Belanda mendapat hadiah penalti lagi di menit ke-38. Bola tandukan kepala Wout Weghorst di depan gawang mengenai tangan pemain belakang Malta, Kurt Shaw
Namun wasit membatalkan keputusan penalti untuk Belanda berdasarkan tinjauan Video Assistant Referee (VAR). Dalam tayangan ulang terlihat tangan Shaw masih menempel pada badan saat handball terjadi, sehingga dianggap bukan sebuah pelanggaran.
Belanda kembali mendapat hadiah tendangan penalti tiga menit babak kedua berjalan. Bek Malta, Enrico Pepe, mendorong jatuh Weghorst di kotak terlarang.
Gakpo kembali maju sebagai algojo penalti Belanda. Dia sukses menaklukkan kiper Henry Bonello dan membawa Belanda menjauh 2-0.
Belanda menambah gol di menit ke-56. Kali ini giliran Tijjani Reijnders yang menggetarkan jala Malta dengan bola tembakannya, memaksimalkan assist Cody Gakpo usai kesalahan kiper Malta dalam mengoper bola.
Lalu Memphis Depay menanduk masuk umpan silang Denzel Dumfries ke gawang Malta di injury time. Golnya memastikan Belanda mengakhiri duel dengan kemenangan 4-0.
Pelatih Belanda Ronald Koeman puas dengan kemenangan ini, sekaligus menjawab banyak kritik. “Kami menang 0-4, jadi itu bagus. Saya tidak merasa frustrasi, tetapi kami seharusnya bisa melakukan yang lebih baik. Saya pikir kami memulai laga dengan baik, meskipun kami memberikan peluang kepada Malta di menit-menit awal,” katanya dilansir dari CNA, merujuk pada umpan balik yang ceroboh dari kapten Virgil van Dijk.
Koeman memuji penampilan Jurrien Timber di laga itu. “Jurrien Timber bermain sangat baik dalam proses membangun serangan. Dia beberapa kali bebas bergerak ke arah lini tengah dan kemudian kami dapat menemukan pemain kami di sana. Setelah itu, saya pikir, karena mereka juga mulai memberikan banyak tekanan, kami seharusnya menemukan solusi lebih cepat. Kemudian tempo menurun. Namun kami memberikan tempo maksimal hingga akhir,” kata Koeman.
Van Dijk mengaku mereka sudah menjalankan tugas dengan baik. Sebab banyak kerugian jika mereka kalah melawan tim yang berada di peringkat 166 dunia.
“Itu bagian dari bermain sepak bola internasional dan kami telah menjalankan tugas kami. Saya rasa kita tidak boleh meremehkan betapa sulitnya memainkan sepak bola yang bagus di lini tengah. Kami sudah berusaha, tetapi kami harus melewati mereka. Namun, kami berhasil meraih kemenangan, itu yang terpenting. Kami menang, sekarang saatnya menghadapi pertandingan berikutnya,” kata Van Dijk di situs klub.
Sofascore memberi rating 6,8 untuk performa Van Dijk di laga itu, paling rendah di antara rekan setimnya. Van Dijk tercatat memenangkan 3 dari 5 duel, kehilangan bola 4 kali, dan sekali bikin kesalahan fatal yang nyaris berujung gol untuk lawan.
Belanda, yang mengoleksi 13 poin dari lima pertandingan, selanjutnya akan bertemu Finlandia, yang mengoleksi 10 poin dari enam pertandingan, di Amsterdam Minggu (12/10) waktu setempat.
Sementara pelatih Malta Emilio De Leo menyatakan tim harus menjadikan kekalahan ini sebagai pembelajaran untuk berkembang dan meningkatkan performa, sekaligus menekankan perlunya peningkatan disiplin taktis dan konsentrasi.
Ia mengakui beratnya hasil ini, tetapi menekankan bahwa perjalanan tim ini melibatkan tantangan untuk menjadi lebih kuat dan kekalahan tersebut merupakan ‘tamparan di wajah’ yang memicu perbaikan. “Hasil ini setidaknya memberi kami pelajaran berharga untuk belajar, bangkit dan berkembang. Tidak ada yang perlu disesalkan. Kami akan terus mempersiapkan diri untuk laga selanjutnya,” kata De Leo.***
