Foto: Kemenperin.
JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) kerajinan nasional melalui perluasan akses pasar dan penguatan jejaring kemitraan usaha.
Upaya ini dilakukan melalui berbagai program pembinaan, salah satunya dengan mempertemukan pelaku IKM dengan calon buyer, mitra industri, serta pemangku kepentingan terkait dalam kegiatan business matching.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, temu bisnis menjadi salah satu langkah strategis untuk memperluas jaringan pemasaran sekaligus membuka peluang kemitraan bagi pelaku IKM, termasuk dari sektor IKM produk kerajinan.
“Melalui forum business matching, pelaku IKM kerajinan dapat berinteraksi langsung dengan buyer dan mitra industri sehingga membuka peluang kerja sama yang lebih luas. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat ekosistem industri kerajinan nasional agar semakin berdaya saing,” ujar Agus dalam keterangannya di Jakarta, Senin (16/3).
Agus mengatakan industri kerajinan merupakan salah satu sektor yang memiliki potensi besar dalam meningkatkan nilai tambah ekonomi sekaligus memperkuat identitas budaya Indonesia di pasar global.
“Industri kerajinan Indonesia memiliki keunggulan pada kreativitas, kekayaan budaya, serta keterampilan para perajin. Pemerintah terus berupaya memaksimalkan penguatan daya saing sektor ini melalui berbagai program pembinaan, termasuk membuka akses pasar yang lebih luas dan berkelanjutan melalui kegiatan business matching,” tuturnya.
Menurut Agus, penguatan konektivitas antara pelaku IKM dengan buyer dan mitra industri menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan industri kerajinan nasional. Selain itu, sinergi dengan sektor hospitality juga membuka peluang pemanfaatan produk kerajinan sebagai bagian dari dekorasi interior, furnitur, maupun berbagai kebutuhan operasional hotel dan restoran.
Kemenperin melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) menyelenggarakan kegiatan Business Matching IKM Kerajinan 2026 di Yogyakarta pada 10 Maret 2026. Kegiatan ini mempertemukan pelaku IKM kerajinan dengan berbagai calon pembeli (buyer), mitra industri, asosiasi, serta pemangku kepentingan dari sektor hospitality seperti hotel dan restoran.
Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita menjelaskan, kegiatan business matching merupakan salah satu strategi Ditjen IKMA dalam memperluas jaringan pemasaran sekaligus meningkatkan kesiapan IKM untuk memasuki pasar yang lebih luas.
“Melalui kegiatan business matching ini, pelaku IKM kerajinan dapat berinteraksi langsung dengan buyer dan mitra industri sehingga membuka peluang kerja sama yang lebih luas. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat ekosistem industri kerajinan nasional agar semakin berdaya saing,” ungkap Reni.***
