Tekad Besar Inggris Meraih Juara Piala Dunia

Bukayo Saka dan Harry Kane, andalan Timnas Inggris untuk Piala Dunia.

LONDON – Pelatih Timnas Inggris Thomas Tuchel sambut Piala Dunia 2026 dengan target besar. Ia  bertekad mengakhiri penantian 60 tahun The Three Lions untuk kembali menjadi juara dunia.

Inggris terakhir kali mengangkat trofi Piala Dunia pada 1966 saat menjadi tuan rumah. Sejak itu, berbagai generasi pemain datang dan pergi tanpa mampu menambah bintang kedua di jersey Inggris.

Kini, Tuchel yakin skuad yang dimilikinya mempunyai kualitas dan mentalitas untuk bersaing hingga akhir turnamen.

Pelatih asal Jerman itu mengaku semakin optimistis setelah kembali bertemu para pemain dan menjalani persiapan menuju Piala Dunia. Menurut Tuchel, kualitas yang dimiliki skuad Inggris membuatnya percaya timnya bisa melangkah jauh.

“Ketika saya kembali terhubung dengan pertandingan dan membangun sesi latihan serta pertemuan untuk menyatukan kembali tim di Florida dengan apa yang sudah kami bangun sebelumnya, saya melihat begitu banyak kualitas. Itu langsung memberi saya keyakinan penuh dan antusiasme bahwa kami bisa melangkah sangat jauh,” kata Tuchel kepada Sky Sports.

Selain kualitas individu, Tuchel juga melihat adanya ikatan yang kuat di dalam skuad Inggris. Ia terkesan dengan respons para pemain terhadap berbagai keputusan yang dibuat menjelang turnamen, termasuk dari mereka yang gagal masuk skuad.

“Berbagai percakapan sulit, percakapan besar, percakapan positif dan reaksi para pemain menunjukkan bahwa kami sudah memiliki koneksi. Saya jadi tahu bahwa para pemain peduli, dan mereka sangat peduli. Kami mendapat respons yang indah dan menyentuh, bahkan dari pemain yang tidak dipanggil. Mereka mendoakan yang terbaik untuk kami. Reaksi mereka menunjukkan bahwa kami berada di jalur yang benar dan itu membuat saya semakin bersemangat,” ujarnya.

Sebagian besar pemain Inggris telah terbang ke Florida untuk mengikuti pemusatan latihan selama 10 hari. Program tersebut dirancang untuk membantu pemain beradaptasi dengan cuaca panas dan kelembapan tinggi yang diperkirakan akan menjadi tantangan selama Piala Dunia di Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko.

Federasi Sepakbola Inggris (FA) bahkan sudah mempersiapkan program adaptasi cuaca sejak lebih dari satu tahun lalu. Mereka membangun ruang simulasi panas di Barcelona dan melakukan berbagai tes fisik untuk memantau respons tubuh pemain terhadap suhu ekstrem.

Meski mengakui cuaca akan menjadi tantangan besar, Tuchel menegaskan Inggris tidak boleh menjadikannya alasan.

“Kondisi ini bukan musuh terbesar kami, tetapi memang bukan keuntungan bagi kami setelah musim yang panjang dan sangat melelahkan bagi para pemain. Kami tidak terbiasa dengan panas dan kelembapan seperti ini, bahkan ketinggian jika harus bermain di Meksiko. Akan ada banyak tantangan di Piala Dunia ini. Cuaca panas adalah salah satunya, tetapi kami sudah siap,”  ujarnya.

Tuchel menyebut tim pelatih telah menyiapkan strategi khusus untuk membantu para pemain beradaptasi. “Kami mengetahui respons masing-masing pemain terhadap cuaca panas dan kami sudah memiliki strategi pendinginan. Kami mendapat bantuan dari Team GB dan para spesialis dari seluruh dunia untuk menemukan solusi agar para pemain bisa beradaptasi,” ujarnya.

Tuchel menegaskan bahwa Inggris harus menghadapi seluruh tantangan dengan mentalitas yang tepat. Menurutnya, kondisi cuaca memang tidak menguntungkan, tetapi tetap harus ditaklukkan. “Ini memang faktor yang harus diperhatikan, tetapi jangan sampai terlihat seolah kami sudah membuat alasan dari sekarang. Ini memang bukan kondisi yang menguntungkan kami, tetapi itu adalah rintangan yang harus kami atasi,” tegasnya.

Optimisme tinggi juga disampaikan pemain Inggris, Bukayo Saka. Menurutnya skuad Inggris sangat kuat di setiap lini.

Di pos penjaga gawang, Inggris mempunyai Jordan Pickford dan Dean Henderson. Sementara di lini belakang ada John Stones, Marc Guehi, Reece James, sampai Dan Burn.

Sementara di lini tengah Inggris, Declan Rice, Jordan Henderson, Kobbie Mainoo, sampai Elliot Anderson menjadi pilihan. Lini depan diisi pemain-pemain seperti Harry Kane, Marcus Rashford, Saka, sampai Anthony Gordon.

“Saya melihat kekuatan di mana-mana dan saya juga melihat banyak rasa lapar serta gairah untuk menang, yang mana merupakan keseimbangan luar biasa dan menjadi hal yang Anda butuhkan. Tim ini memiliki begitu banyak talenta, tetapi di saat yang sama kompetisinya juga sangat ketat. Ini sehat, ini bagus, ini lingkungan yang luar biasa dan saya rasa kami semua berkembang pesat,” kata Saka seperti dikabarkan oleh situs FIFA.

Inggris ada di Grup L Piala Dunia 2026. Mereka harus bersaing dengan Kroasia, Ghana dan Panama.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *