Foto Sungai Percut Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deli Serdang, mendadak dipenuhi buih mirip bongkahan salju pada Selasa (30/6).
DELI SERDANG (LB)- Viral di media sosial sungai besar Percut dipenuhi banyak buih putih mirip bongkahan salju. Masyarakat yang heboh turut merekamnya dan menduga bahwa buih itu merupakan limbah pabrik.
Banyak masyarakat takut karena melihat banyak ikan yang mulai mabuk. Namun banyak pula yang mengutip ikan-ikan itu karena semakin mudah ditangkap.
Seorang nelayan bernama Zainal Abidin (64), membenarkan peristiwa itu. Mereka kaget bongkahan buih putih datang mengikuti arus air di dekat sampan-sampan mereka.
“Iya benar ada buih kemarin. Bergerak sampai ke muara sana, lama-lama air pasang itu, lalu habis. Habis ditiup angin juga, terbang dia,” kata Zainal Abidin di Sungai Percut, Desa Percut, Deli Serdang, Rabu (1/7).
Ia menjelaskan bahwa bongkahan buih mulai datang sampai memenuhi sungai jam 3 dini hari, Selasa (30/6). Siangnya pukul 11.00 WIB barulah buih mulai hilang.
“Cerita-cerita orang itu buih ini dari limbah. Tapi kita nggak tahu di mana pabriknya. Di seluruh dusun desa ini kena,” cerita Zainal.
Kehadiran bongkahan buih yang memenuhi sungai ini membuat dirinya dan warga lainnya was-was. Ia sempat mengurungkan niat turun ke sungai, karena mengira bahwa buih mengandung zat kimia berbahaya.
“Kalau warga sini, memang was-was, memang apa penyebabnya ini kita nggak tahu. Karena, kita mandi nanti kan terpengaruh juga. Tapi alhamdulillah nggak berpengaruh sejauh ini,” jelasnya.
Warga lain bernama Andi juga sempat terkejut setelah bangun pagi pukul 06.00 WIB. Ia dan masyarakat lain keluar rumah melihat kondisi sungai Percut depan rumahnya yang sering menjadi tempat kapal bersandar itu.
“Kaget, kami pikir itu awan jatuh atau bahkan salju. Asli, mirip kali sama salju,” aku Andi.
Menurut keterangannya, ini merupakan peristiwa yang jarang terjadi. Namun dalam tahun ini, seingatnya pernah terjadi peristiwa serupa. “Tahun ini juga kalau nggak salah, juga terjadi peristiwa yang sama. Tapi buihnya nggak sebanyak ini. Kali ini banyak kali. Kayaknya ini limbah dari pabrik,” sebutnya. *
