Prancis Menang, Mbappe Terus Berkibar

Kylian Mbappe disambut dua rekannya usai mencetak gol ke gawang Swedia.

EAST RUTHERFORD – Prancis secara meyakinkan melenggang ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 usai menyingkirkan Swedia 3-0 pada babak 32 besar di Stadion MetLife, Rabu (1/7) pagi WIB.

Les Bleus mendominasi di hampir sepanjang laga. Kylian Mbappe menyumbang dua gol Prancis dan satu gol lain dari Bradley Barcola. Sementara Michael Olise menciptakan dua assist.

Prancis selanjutnya akan menghadapi Paraguay untuk berebut satu tempat di perempatfinal, Minggu (5/7) pukul 04.00 WIB. Sebelumnya, Paraguay sukses menyingkirkan Jerman.

Pelatih Timnas Perancis, Didier Deschamps bangga dengan keberhasilan timnya. Ia menekankan bahwa skuad yang ia pimpin saat ini tengah mengemban sebuah misi besar di ajang bergengsi ini.  “Saya merasa sangat bangga. Kami sedang menjalankan misi,” kata Deschamps dikutip dari FIFA.

 Ia menjelaskan, fase babak gugur selalu menghadirkan tantangan yang tidak mudah. “Sebelum pertandingan kami, babak 32 besar memang berat bagi tim-tim lain, sangat sulit.  Saya tidak mengatakan bahwa pertandingan kami mudah, tapi kami punya sedikit kelonggaran, meskipun seharusnya kami bisa lebih tajam di babak pertama,” ujarnya.

Namun Deschamps mengingatkan skuadnya untuk tetap membumi. Ia menekankan pentingnya menjaga fokus agar tidak terlena oleh hasil positif yang baru diraih. Perjalanan di turnamen ini masih panjang dan penuh risiko.

“Sekarang, ada rintangan lain yang harus diatasi; itulah tujuan para pemain berada di sini. Kita tidak boleh terlalu memikirkan masa depan, karena risikonya adalah kita bisa kembali ke kenyataan. Paraguay tidak berada di sini secara kebetulan. Tim ini memiliki DNA Amerika Selatan dan beberapa pemain bagus,”  urainya

Deschamps juga mengungkapkan rasa harunya setelah Mbappe mendedikasikan gol pembuka ke gawang Swedia untuk mendiang ibundanya. Momen itu menjadi emosional karena Deschamps baru kembali mendampingi tim setelah sempat meninggalkan kamp latihan Prancis akibat sang ibu meninggal dunia. Ia bahkan absen pada laga terakhir fase grup.

“Sikap Kylian benar-benar menyentuh hati saya. Dia adalah kapten kami. Saya mengatakan ini bukan sekadar untuk memujinya, melainkan karena sejak hari pertama dia selalu menunjukkan sikap yang luar biasa,” ujar Deschamps seperti dilansir ESPN

Perlu diketahui Prancis mempunyai kombinasi maut di Piala Dunia 2026. Kerja sama Mbappe dengan Michael Olise berbuah banyak gol untuk Les Bleus.

Salah satu gol Mbappe ke gawang Swedia merupakan buah umpan dari Olise. Mbappe sudah mencetak enam gol di Piala Dunia 2026, empat gol di antaranya merupakan buah umpan Olise.

Olise juga membidani dua gol Mbappe ke gawang Senegal. Satu gol Mbappe lain yang diarsiteki oleh Olise dicatatkan saat menjebol gawang Norwegia.

Prancis belum terbendung di Piala Dunia 2026, bisa mencatatkan sebanyak 13 gol dalam empat laga. Olise memberi kontribusi maksimal dengan lima assist.

Mengenai Olise, Mbappe sudah pernah mengungkapkan kesan bermain dengan pemain berusia 24 tahun itu. “Bersama Michael, semuanya menjadi sangat mudah karena dia adalah tipe pemain yang selalu bermain dengan kepala tegak. Saat bermain dengannya, Anda hanya perlu berpikir untuk menawarkan solusi, membuka jalur operan, dan dia pasti akan melihatnya. Dia sudah tahu akan hal itu, dan itu benar-benar keren,”  kata Mbappe dilansir dari Marca.

Squawka mencatat, rekor mentereng dibuat Mbappe usai menorehkan brace ke gawang Swedia. Pemain berusia 27 tahun ini menjadi pemain paling produktif di fase gugur Piala Dunia dengan 10 gol sejak 2018. Mbappe total sudah bikin brace dalam 7 laga berbeda di Piala Dunia. Dia menjadi pemain pertama yang sukses melakukan itu sepanjang sejarah turnamen.

“Saya tahu apa yang harus saya lakukan, tetapi ini bukan hanya tentang saya. Saya pikir tim sangat menyadari apa yang harus kami lakukan di sini. Ini adalah kompetisi baru yang dimulai. Kami bermain bagus. Kami sedikit ragu-ragu di awal, tapi kemudian kami mulai menguasai permainan,” ujarnya.

Sementara pelatih Swedia, Graham Potter menerima hasil ini dengan lapang dada. “Prancis bermain sangat bagus, tidak ada pembelaan dengan kekalahan kami. Terima kasih kepada seluruh pemain dan pendukung setia kami yang sudah memberikan segalanya selama turnamen ini,” kata Potter. Ia menilai pengalaman dan kualitas individu para pemain Prancis menjadi pembeda yang sangat mencolok. “Lihat saja perjalanan karier dan pencapaian tim Prancis, lalu bandingkan dengan kami. Kami adalah tim muda yang sedang berkembang dan berharap memiliki masa depan yang cerah,” tandasnya.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *