Selebrasi pemain Spanyol saat mengalahkan Portugal
DALLAS – Spanyol menyingkirkan Portugal dengan skor 1-0 pada babak 16 besar Piala Dunia 2026. Bermain di Stadion Dallas, Selasa (7/7) dinihari WIB, pemain pengganti Mikel Merino tampil sebagai pahlawan La Furia Roja dengan golnya di babak kedua.
Pelatih Timnas Spanyol, Luis de la Fuente, memuji para pemain cadangan yang mampu membuat perbedaan ketika diturunkan di babak kedua saat menghadapi Portugal.
“Para pemain yang menentukan adalah mereka yang masuk dari bangku cadangan. Saya memberi tahu (Mikel) Merino bahwa dia harus bermain seperti biasanya Perannya (Merino) adalah untuk mendukung para gelandang dan penyerang. Dengan dia, kami berpikir untuk memberikan tim ritme dan energi yang dibutuhkan,” kata de la dilansir dari situs resmi FIFA.
Menurut De la Fuente, skuad Spanyol berisi pemain-pemain luar biasa, sehingga siapa pun yang turun di lapangan merupakan yang terbaik untuk bisa merebut kemenangan. “Dampak para pemain dari bangku cadangan sangat luar biasa, tetapi itu karena kami memiliki 26 pemain dengan level yang sangat tinggi,” ucap dia.
Pelatih berusia 65 tahun pun menegaskan bahwa timnya tidak memedulikan siapa lawan yang akan dihadapi di babak berikutnya. “Ini benar-benar pertandingan yang fantastis, seperti sebuah final sebelum final. Dan seperti yang sudah kami perkirakan, kami harus berjuang hingga detik terakhir. Pada tahap seperti ini, kami tidak peduli siapa lawan berikutnya. Kami senang bisa lolos ke perempat final dan akan memberikan segalanya hingga akhir turnamen,” ujarnya.
Mikel Merino membuktikan lagi dirinya adalah juru selamat untuk Timnas Spanyol di turnamen besar. Setelah Euro 2024, Merino melakukannya di Piala Dunia 2026.
Sebelum ini satu-satunya gol Merino di ajang bergengsi adalah saat membobol gawang Jerman di perempatfinal Euro 2024. Merino lagi-lagi melakukannya di masa genting, di menit ke-119 atau semenit sebelum laga berlanjut ke adu penalti. Sundulan Merino ke gawang Jerman kala itu memastikan kemenangan 2-1 untuk La Furia Roja.
Bagi Merino, gol dramatis ke gawang Portugal rasanya bukan sekadar penentu kemenangan. Momen tersebut menjadi puncak dari perjuangan panjang melawan cedera yang nyaris membuatnya gagal tampil di Piala Dunia.
Baru enam menit berada di lapangan sebagai pemain pengganti Dani Olmo, Merino bergerak cepat memanfaatkan situasi bola mati. Bola kemudian mengalir melalui Fabian Ruiz dan Ferran Torres sebelum dikembalikan kepadanya di dalam kotak penalti. Tanpa membuang waktu, gelandang Arsenal itu menaklukkan kiper Diogo Costa
Selepas mencetak gol, Merino berlari mengitari bendera pojok lapangan. Selebrasi itu bukan tanpa makna. Ia mengulang perayaan yang pernah dilakukan ayahnya, Angel Miguel Merino, ketika mencetak gol kemenangan untuk Osasuna pada 33 tahun silam. Kini, selebrasi tersebut juga dipersembahkannya untuk putra pertamanya, Marco, yang baru berusia 2 bulan.
“Ketika momen seperti itu terjadi, Anda akan mengingat semuanya, hal-hal baik maupun buruk, termasuk semua yang ada di rumah. Saya menggunakan cedera dan kenyataan bahwa saya tidak bisa melihat anak saya tumbuh sebagai kekuatan untuk mengeluarkan kemampuan terbaik. Semua ini adalah hasil kerja keras yang selalu ditanamkan keluarga saya”. Gol itu kembali datang pada menit-menit terakhir. Saya benar-benar sangat bahagia,” ujar Merino, dikutip dari The Guardian.
Sementara pelatih Portugal Roberto Martinez menilai timnya kurang beruntung. Pelatih asal Spanyol itu juga menyayangkan peluang Portugal yang gagal berbuah gol, termasuk saat tembakan Nuno Mendes membentur mistar gawang pada babak pertama.
“Mungkin kami hanya sedikit kurang beruntung. Keberuntungan tidak berada di pihak kami, tetapi ini adalah pertandingan yang sangat seimbang,” kata Martinez di situs resmi FIFA.
Martinez menilai Portugal tampil setara dengan Spanyol dan pertandingan seharusnya bisa lanjut ke babak tambahan. “Kami bertahan dengan baik. Kami bermain melawan salah satu favorit juara Piala Dunia. Saya pikir kami pantas membawa pertandingan ini ke babak tambahan waktu,” ujarnya.
Bruno Fernandes menilai timnya melakukan kesalahan yang berujung pada kekalahan. “Ini momen yang menyedihkan. Kami datang dengan target jelas, yakni menjuarai Piala Dunia, tetapi kami tidak tampil dalam performa terbaik. Pada babak pertama, kami lebih baik. Namun, pada babak kedua kami kembali melakukan kesalahan dengan bermain terlalu ke dalam dan memberikan bola kepada lawan. Ketika itu terjadi, kami akhirnya menderita,” kata Bruno Fernandes kepada media Portugal.
Spanyol selanjutnya bertemu Belgia pada babak perempatfinal pada Sabtu (11/7) pukul 02.00 WIB.***
