Mikel Oyarzabal dan Lamine Yamal, kunci kemenangan Spanyol.
ATLANTA – Spanyol mengamuk pada matchday kedua Grup H Piala Dunia 2026. Bermain di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Minggu (21/6) malam WIB, Tim Matador menggebuk Arab Saudi dengan skor 4-0.
Spanyol memimpin 3-0 di babak pertama. Gol dibuka oleh Lamine Yamal dan disusul oleh brace Mikel Oyarzabal. Satu gol didapatkan Spanyol pada babak kedua lewat bunuh diri dari Hassan Al-Tambakti.
Pelatih Spanyol Luis de la Fuente menegaskan bahwa keraguan terhadap peluang timnya di ajang ini merupakan sesuatu yang sulit dipahami.
“Ketika seseorang mempertanyakan pekerjaan Anda, sangat manusiawi jika siapa pun yang memiliki keberanian dan harga diri bereaksi untuk membuktikan bahwa mereka salah. Kita tidak seharusnya melihat kritik itu sebagai gangguan, tetapi sebagai sesuatu yang mendorong orang untuk mengeluarkan kemampuan terbaik mereka. Satu-satunya yang saya katakan adalah semuanya harus dilihat secara proporsional,” kata De la Fuente dikutip dari laman FIFA.
Kemenangan itu juga memperpanjang rekor tak terkalahkan Spanyol menjadi 32 pertandingan di semua kompetisi. Catatan tersebut menjadi rangkaian tanpa kekalahan terpanjang kedua dalam sejarah tim nasional Spanyol.
De la Fuente menilai generasi pemain saat ini telah menunjukkan kualitas yang konsisten. Ia merasa pencapaian tersebut layak mendapatkan penghargaan yang lebih besar.”Bagi saya, sangat absurd meragukan tim yang tidak kalah dalam 33 pertandingan berturut-turut.Meragukan generasi pemain ini? Saya menganggap itu tidak adil,” tutur De la Fuente.
Oyarzabal menjadi salah satu pemain yang mendapat sorotan setelah penampilannya melawan Tanjung Verde. Namun, penyerang Real Sociedad itu menjawab kritik dengan dua gol dan satu assist saat menghadapi Arab Saudi.
“Orang-orang yang memahami sepak bola menilainya sangat tinggi. Dia memiliki dampak yang sangat besar bagi tim nasional.Saya ingin mendukung Mikel karena dia adalah pemain yang mampu menciptakan sejarah bagi sepak bola Spanyol,” tambah De la Fuente.
De la Fuente juga tak ragu memainkan Lamine Yamal jadi starter lawan Arab Saudi. Yamal sudah dalam kondisi terbaik usai pulih dari cedera. Yamal digantikan oleh Yemery Pino selepa jeda. Keputusan ini diambil karena De la Fuente berusaha menjaga Yamal untuk tetap dalam kondisi terbaik.
“Jelas, kita harus melihat bagaimana jalannya pertandingan, laga merupakan langkah penting untuk apa yang akan datang. Lamine sudah dalam kondisi sempurna, dan bagus juga untuk menggantinya seperti itu, membuatnya tetap termotivasi untuk lebih banyak lagi,” ujar De la Fuente.
Sementara pelatih Arab Saudi Georgios Donis mengakui timnya tak mampu membendung kualitas Spanyol. “Kami tidak cukup kuat untuk menghentikan Spanyol di sekitar area penalti. Kami melakukan terlalu banyak kesalahan. Ketika pertandingan tidak berjalan dengan baik dan ketika Anda kebobolan tiga gol dengan sangat cepat, Anda merasa tidak aman,” kata Donis dikutip dari FIFA.
Donis tak menampik jika tim asuhannya sangat tertekan sepanjang pertandingan. “Kami menenangkan tim, tetapi kami terpengaruh. Itu adalah sesuatu yang sering kita lihat di turnamen besar,” ungkapnya.
Kekalahan ini menjadi hasil yang sangat berbeda dibandingkan pertandingan pertama ketika Arab Saudi mampu menahan imbang Uruguay.
Donis juga memberikan pujian kepada penyerang Lamine Yamal yang tampil mengesankan dan membuka keunggulan timnya pada pertandingan tersebut. “Semua orang dapat melihat bahwa ketika ada pemain seperti Yamal, dengan karakteristik individu dan kemampuan satu lawan satu seperti miliknya, mereka membuat perbedaan. Dia sering melakukan ini di Spanyol dan, seiring dengan peningkatan kebugarannya, dia akan menjadi lebih efektif,” tutur Donis.
Di laga lain grup ini, Uruguay bermain imbang 2-2 melawan Curacao dalam laga yang berlangsung di Stadion Hard Rock, Miami, Florida, Amerika Serikat, Senin (22/6) pagi WIB.
Saat ini Spanyol memimpin klasemen dengan empat poin disusul Uruguay dan Curacao dengan dua poin, Arab Saudi di posisi buncit dengan satu poin.***
