Situasi Masih Rawan, Pemprov DKI Jakarta Imbau Perusahaan Swasta Terapkan WFH

Warga foto di Halte Transjakarta.

JAKARTA (LB)- Perusahaan swasta di Jakarta diimbau untuk menerapkan kebijakan bekerja dari rumah (work from home/WFH) secara situasional, dengan mempertimbangkan situasi keamanan di Ibu Kota yang masih rawan.

Imbauan tersebut disampaikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Ketenagakerjaan, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi), meski situasi sudah berangsur kondusif pada Minggu (31/8) pagi.

Hal itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Disnakertransgi Nomor: e0014/SE/2025 tentang imbauan bekerja dari rumah atau WFH yang diteken langsung oleh Kepala Disnakertransgi, Syaripudin.

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik dan Sosial, Chico Hakim, menekankan bahwa imbauan WFH bagi perusahaan swasta bersifat situasional dan tidak diwajibkan.

“Perihal imbauan WFH untuk perusahaan-perusahaan di Jakarta terutama yang lokasinya berdekatan dengan dampak penyampaian aspirasi massa bersifat situasional dan tidak wajib,” kata Chico saat dikonfirmasi, Minggu (31/8).

Chico menyebut imbauan sudah diteruskan ke sejumlah asosiasi pengusaha hingga Kadin. Disnakertransgi terus melakukan pemantauan terhadap perusahaan yang mengambil kebijakan WFH tersebut.

“Menyesuaikan kebutuhan perusahaan, hari Jumat (29/8) Disnakertransgi sudah menginformasikan ke APINDO, Kadin, dan mediator hubungan industrial DTKTE. Disnakertransgi terus memonitor perusahaan yang akan mengambil kebijakan WFH melalui tautan yang telah disediakan. Jaga Jakarta,” ungkapnya.

Diketahui eskalasi gelombang aksi demonstrasi di Jakarta sempat meningkat sejak Kamis (28/8) hingga Sabtu (30/8).

Jadi Objek Foto Warga Saat CFD

Sementara itu, Halte Transjakarta Bundaran Senayan, Jakarta menjadi salah satu dari total enam halte yang menjadi sasaran aksi demonstrasi pada Jumat 29 Agustus 2025 dan dibakar oknum tidak bertanggung jawab. 

Menariknya, Halte Transjakarta Bundaran Senayan justru menjadi objek foto warga yang sedang berolahraga di arena Car Free Day (CFD) di sepanjang Sudirman-Thamrin pada Minggu (31/8).

Dari pantauan di lokasi pada pukul 10.00 WIB, terlihat halte dalam kondisi porak-poranda, kaca pecah, layar informasi hancur, sejumlah titik menunjukkan bekas pembakaran, hingga aksi vandalisme.

Terlihat petugas Transjakarta, dibantu PPSU atau Pasukan Oranye, membersihkan puing-puing yang berada di Halte Transjakarta Bundaran Senayan.

Hal tersebut mengundang perhatian warga yang lalu mengabadikan momen berlatar halte tersebut. Dampak kerusakan halte membuat layanan Koridor 1 Blok M–Kota tidak berhenti di Halte Bundaran Senayan. Terlihat pula sejumlah truk yang melintasi kawasan CFD Sudirman–Thamrin membawa sisa puing dampak aksi demonstrasi.

Staf Khusus Gubernur Bidang Komunikasi Publik dan Sosial, Chico Hakim, menyampaikan Pemprov DKI Jakarta melalui pasukan pelangi mulai melakukan kerja bakti membersihkan wilayah-wilayah yang terdampak aksi demonstrasi.  Ia juga mengajak masyarakat untuk bahu-membahu membenahi Kota Jakarta.

“Pemerintah Jakarta juga pada pagi hari menggelar kegiatan kerja bakti untuk melakukan pembersihan terhadap objek yang terimbas, seperti jalan raya sepanjang Gatot Subroto, Jalan Sudirman, dan beberapa ruas jalan lain. Menurunkan pasukan pelangi, oranye, biru, hijau dari kelurahan-kelurahan untuk bersama membersihkan fasilitas yang terimbas dari aksi kemarin,” ujarnya. “Semoga warga masyarakat mau bahu-membahu melakukan yang terbaik untuk Jakarta dan menjaga kota ini sehingga suasana kembali kondusif,” imbuhnya. *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *