Pemain AS Roma saat mengalahkan Genoa.
ROMA – AS Roma meraih kemenangan 3-1 atas Genoa pada laga lanjutan Liga Italia di Olimpico, Selasa (30/12) dini hari WIB. Kemenangan ini bikin Il Lupi meramaikan persaingan di papan atas Serie A.
Tiga gol Serigala Ibukota diciptakan oleh Matias Soule di menit ke-14, Manu Kone di menit ke-19 dan Evan Ferguson di menit ke-31. Geno hanya mampu menipiskan satu gol selepas jeda dari gol Jeff Ekhator di menit ke-87.
Roma pun kini mengemas 33 poin di posisi keempat. Mereka hanya tertinggal tiga poin dari Inter Milan di puncak klasemen. Sementara, Genoa di urutan ke-17 dengan 13 poin.
Pelatih AS Roma, Gian Piero Gasperini menilai timnya banyak menciptakan peluang. “Kami menciptakan banyak peluang dan berbahaya. Sayang sekali babak kedua berjalan buruk,” kata Gasperini kepada Sky Sport.
Ia menyebut timnya fokus pada serangan dan keputusan untuk memulai dengan penyerang tengah. “Apakah Anda lebih sering menang lewat penyerang tengah? Saya tidak tahu statistiknya,” ujarnya.
Ia juga menyinggung tentang Paolo Dybala. “Jika dia tidak cedera, dia bermain. Roma tidak memiliki pemain dengan kualitas setinggi itu. Ketika dia fit seperti malam ini, pergerakan menyerangnya berkembang dengan satu cara; ketika dia mengalami sedikit nyeri, dia tidak memberikan respons dalam pertandingan seperti malam ini. Tetapi bahkan setengah fit pun tidak apa-apa, karena saat ini dia seharusnya tidak absen, dia seharusnya bermain,” ujarnya.
Selain itu Gasperini bicara terkait performa Manu Koné. “Ada ruang untuk peningkatan pada semua pemain. Kita harus melihat sisi positifnya. Dia adalah pemain internasional Prancis reguler, dia memiliki karakteristik luar biasa dalam beberapa hal; jika dia bisa mencetak beberapa gol lag. Saya pikir dia juga memiliki ruang untuk peningkatan di area itu,” tuturnya.
Berkat hasil ini, Roma tercatat sebagai tim dengan kemenangan terbanyak di Serie A di tahun 2025. Dilansir oleh Opta, I Lupi membukukan 26 kemenangan.
Ini jadi keempat kalinya Roma mencatatkan lebih dari 25 kemenangan di Serie A dalam satu tahun kalender. Sebelumnya, itu terjadi pada 2006 dan 2016 (26) serta 2017 dengan 28 kemenangan.
Roma juga tercatat sebagai tim dengan raihan poin terbanyak di Eropa pada tahun 2025 (82 poin). Serigala ibu kota itu mengungguli tim-tim lain seperti Inter Milan yang mengumpulkan total 77 poin pada 2025 dan Napoli dengan 75 poin.
Kemenangan atas Genoa juga penting bagi Roma yang berupaya mempertahankan posisinya di empat besar usai kalah dari Juventus pekan lalu. “Kemenangan (atas Genoa) yang sangat penting, khususnya setelah kekalahan di Turin, kami butuh tiga poin untuk ada di posisi kami saat ini. Kami bisa membaik, khususnya melawan tim-tim di atas kami. Musim masih panjang, kami masih punya pekerjaan rumah. Kami mengakhiri tahun dengan kemenangan, ini 2025 yang positif,” ujar penyerang Roma Matias Soule.
Momen emosional hadir untuk Daniele De Rossi. Ia mendapatkan sambutan hangat dan para pemain dan suporter Il Lupi kembali ke Olimpico.
De Rossi pernah membela Roma sejak junior hingga jadi kapten Il Lupi. Ia berseragam Roma selama 19 tahun dari 2000 hingga 2019. Pria asal Italia ini juga pernah menjadi pelatih Roma menggantikan Jose Mourinho pada Januari hingga Juni 2024.
De Rossi baru ditunjuk jadi pelatih Roma pada November 2025. Ini merupakan kali pertama De Rossi datang ke Olimpico sebagai lawan. Ia mendapatkan pelukan dari sejumlah pemain Serigala Ibukota seperti Paulo Dybala, Gianluca Mancini dan Manu Kone sebelum kick-off.
Momen lebih mengharukan terjadi setelah laga untuk De Rossi. Ia diizinkan mengelilingi Olimpico lalu disambut tepuk tangan dari penonton.
Pendukung garis keras Roma, Curva Sud, juga mengibarkan spanduk bertuliskan nama dan nomor punggung De Rossi. Pria asal Italia juga sempat berjabat tangan dengan sejumlah suporter.
Namun De Rossi menjalani momen ini dengan wajah yang murung. Ia meminta maaf terkait hal ini. Kondisi ini terjadi karena De Rossi kecewa Genoa kalah atas Roma.
“Di dalam hati saya marah, ini membuat frustrasi karena saya tidak menyukai penampilan yang kami tunjukkan. Perasaan itu masih tetap ada meskipun sudah mengucapkan selamat tinggal, dukungan dari para fans saya, dari mantan penggemar saya, dari mantan pemain saya,” kata De Rossi dikutip dari Football Italia.***
