Redam Tawuran Remaja, Arena Tinju Dibangun di Kolong Flyover Pasar Rebo

Pemkot Jaktim membangun arena tinju dan skateboard di kolong flyover Pasar Rebo agar generasi muda menyalurkan energi ke olahraga dan menjauhi tawuran.

JAKARTA (LB)- Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur (Jaktim) mulai menata kawasan kolong jembatan layang (flyover) Pasar Rebo, Kelurahan Susukan, Kecamatan Ciracas, menjadi wadah dan ruang publik untuk mencegah tawuran di kalangan remaja.

“Kawasan tersebut nantinya akan dilengkapi arena tinju yang diharapkan menjadi tempat bagi anak-anak dan remaja menyalurkan bakat sekaligus energi mereka ke arah positif dibandingkan tawuran,” kata Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin di Jakarta, Kamis (7/5).

Menurut dia, sasana tinju ini dapat menjadi ruang publik yang lebih tertata sekaligus sarana aktivitas positif bagi masyarakat, khususnya kalangan remaja.

Penataan tersebut dilakukan menjelang rencana peresmian arena sasana tinju dan papan luncur (skateboard) yang dijadwalkan pada 12 Mei mendatang.

Sementara itu, Camat Ciracas, Panangaran Ritonga mengatakan, penataan kawasan tersebut merupakan arahan langsung dari Wali Kota Jakarta Timur agar area kolong “flyover” Pasar Rebo menjadi lebih rapi, nyaman, dan layak digunakan masyarakat.

“Pertama, Pak Wali Kota meminta kepada kita untuk melakukan kegiatan merapikan kawasan sekitar kolong flyover Pasar Rebo ini yang masuk wilayah Kelurahan Susukan, Kecamatan Ciracas,” ujar Ritonga.

Selain arena tinju, di lokasi yang sama juga tersedia fasilitas papan luncur yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

“Ada kegiatan tinju, ring tinju, yang nanti harapannya akan diresmikan langsung oleh Pak Gubernur. Kita tentu ingin menyambut kehadiran beliau dengan kondisi wilayah yang lebih rapi dan pantas,” katanya.

Dia berharap, keberadaan sasana tinju tersebut dapat menjadi solusi untuk mengurangi aksi tawuran yang kerap melibatkan remaja. Fasilitas olahraga seperti ini juga bisa menjadi wadah positif untuk mengarahkan energi anak muda.

“Daripada tawuran, lebih baik energi mereka disalurkan di arena olahraga. Jadi area ini menjadi ruang publik bagi masyarakat untuk menikmati fasilitas sekaligus menyalurkan hobi dan bakatnya,” jelasnya.

Pemerintah wilayah, kata dia, juga akan membentuk kepengurusan resmi guna memastikan pengelolaan fasilitas berjalan baik dan berkelanjutan.

Nantinya, pengelolaan arena tidak dilakukan secara bebas tanpa aturan, melainkan ada pihak yang mengatur jadwal penggunaan, kegiatan latihan hingga pertandingan.

Dalam pengelolaannya, pihak kecamatan akan melibatkan unsur wilayah seperti RT, RW, dan LMK sebagai pengawas. Sementara penanggung jawab utama berada di tingkat kelurahan. Masing-masing cabang olahraga nantinya akan memiliki perwakilan pengurus agar seluruh kegiatan tetap terkoordinasi dengan lingkungan sekitar, termasuk jika ada agenda yang membutuhkan izin keramaian dari kepolisian, katanya. *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *