Laga Real Sociedad kontra Manchester United.
SAN SEBASTIAN – Laga Real Sociedad kontra Manchester United (MU) pada leg pertama babak 16 besar Liga Europa berakhir imbang 1-1. Bermain di Anoeta, Jumat (7/3) WIB, Setan Merah unggul dulu lewat Joshua Zirkzee di menit ke-57 sebelum penalti Mikel Oyarzabal menyamakan kedudukan pada menit ke-70.
Hasil imbang ini membuat kedua tim harus menang di leg kedua jika ingin lolos ke 8 besar. Duel leg kedua bakal digelar di Old Trafford, Jumat (14/3) dinihari WIB.
Pelatih Real Sociedad, Imanol Alguacil tetap memberikan pujian untuk timnya. “Pertandingan ini memperlihatkan bahwa kita bisa mengulangi apa yang dilakukan pada dua edisi turnamen yang lalu,” kata Alguacil dilansir dari Football Espana.
Alguacil juga memuji Manchester United yang unggul dalam materi pemain yang membuat timnya kesulitan. “Mereka (MU) punya banyak amunisi dan menciptakan peluang sepanjang pertandingan. Anda butuh keputusan yang tepat dan juga kecepatan untuk menahan MU. Laga ini sangat sengit, dan kami bisa untuk menahan mereka,” kata Alguacil.
Penampilan MU tentu saja disorot banyak kalangan. Mereka belum juga mampu mengalahkan tim lawan. Manajer Ruben Amorim mengungkap bahwa timnya kehabisan bensin di 30 menit terakhir. Kondisi ini membuat Sociedad mengambil alih kendali laga.
“Tim kami benar-benar sangat lelah dalam 30 menit terakhir, dan Anda bisa merasakannya dalam permainan. Momentum berubah. Ini akan menjadi permainan yang berbeda di Old Trafford dan tekanan akan ada pada kami. Kami harus siap,” ujar Amorim dikutip dari situs UEFA.
MU memang sempat tampil menekan hingga mampu memecah kebuntuan lebih dulu. Namun setelah mencetak gol, performa MU menurun drastis.
Hal ini membuat Sociedad mendapat hadiah penalti usai Bruno Fernandes handball yang kemudian bisa dikonversi Oyarzabal menjadi gol. Sociedad bahkan punya sejumlah peluang untuk membalikkan keadaan. The Red Devils selamat dari kekalahan usai Sociedad tak cukup tajam di depan gawang.
Dikutip dari WhoScored, MU cuma bikin dua tembakan usai gol Zirkzee. Sementara, Sociedad mampu melepas sembilan tembakan selepas gol pembuka dari tim tamu.
Amorim, menilai menurunnya performa anak asuhannya selepas bikin gol karena faktor kelelahan. Ia ingin kondisi ini tak terulang lagi di leg kedua. Meski laga di leg kedua menurutnya bakal lebih berat akibat kegagalan MU meraih kemenangan di leg pertama.
“Laga leg kedua tentu sangat berat. Walau kami main di kandang, tetapi tekanan untuk menang bakal mempengaruhi. Saya berharap para fans tetap memberikan dukungan positif,” kata Amorin di Metro.
Amorim juga memberikan penjelasan terkait Alejandro Garnacho yang tidak dimainkan sebagai starter padahal sang pemain tampil bagus.
Garnacho bermain selama 78 menit sebelum digantikan Christian Eriksen. Selama beraksi di atas lapangan, winger internasional Argentina itu tercatat jadi pemain Setan Merah yang paling mengancam Real Sociedad.
Garnacho mengkreasikan gol Zirzkee dan melepaskan lima dari total 13 percobaan MU, yang terbanyak di antara rekan-rekan setimnya. Sebanyak dua percobaan Garnacho mengarah ke gawang, dan melahirkan dua umpan kunci bagi MU.
Amorim mengungkapkan bahwa Garnacho memang mesti ditarik keluar karena kelelahan sehingga kesulitan untuk turun membantu pertahanan. Sociedad bermain lebih agresif setelah mencetak gol dengan melepaskan lima percobaan (2 on target).
“Saya merasa dia memang capek. Anda melihatnya karena kami tadi melakukan banyak sekali transisi di babak kedua, karena kadang-kadang dia terlambat untuk bertahan. Kadang-kadang dia berada di posisi yang bagus untuk transisi, tapi saya merasa dia capek untuk memulihkan dan melakukan hal yang sama. Saya melihat pertandingannya secara keseluruhan, tidak hanya di dalam transisi saja,” ungkap manajer asal Portugal ini.
Amorim harus berbuat sesuatu di leg kedua, kalau ingin lolos ke babak selanjutnya.***
