NEW YORK (LB) – Paris Saint-Germain (PSG) melakoni laga berat melawan Chelsea pada final Piala Dunia Antarklub 2025 (FIFA CWC 2025) yang berlangsung di MetLife Stadium, New York, Senin (14/7) pukul 02.00 WIB.
Mengacu rekor pertemuan 2 tim di ajang resmi sebelumnya, PSG vs Chelsea sudah terjadi sebanyak 8 kali. Pada periode tersebut PSG memegang rekor 3 kemenangan, sementara Chelsea menang 2 kali. Kemudian 3 pertemuan lainnya imbang.
Final CWC 2025 ini jadi pertemuan ke-9 antara kedua tim. Akankah PSG kembali menegaskan keunggulan, atau justru Chelsea yang bakal memperbaiki rekor pertemuan?
Pertemuan terakhir PSG kontra Chelsea terjadi pada 9 tahun silam di babak 16 besar UEFA Champions League 2016. Pada pertandingan 2 leg kandang-tandang Chelsea tumbang.
Leg pertama, PSG bertindak sebagai tuan rumah mengamankan kemenangan 2-1 lewat gol Zlatan Ibrahimovic dan Edinson Cavani. Sementara Chelsea hanya membalas 1 gol melalui tendangan kaki kanan Jhon Obi Mikel, usai mendapatkan umpan matang dari Diego Costa.
Pada leg 2, Zlatan Ibrahimovic kembali jadi aktor utama penentu kemenangan PSG, ketika melawat ke London. PSG unggul lebih dulu melalui tendangan Adrien Rabiot, setelah Ibrahimovic mengirimkan umpan crossing mendatar dari sisi kanan menit 16.
Tak lama berselang, 10 menit kemudian Chelsea menyamakan kedudukan melalui Diego Costa. Namun di babak kedua, Zlatan Ibrahimovic benar-benar menjadi mimpi buruk bagi Chelsea.
Zlatan membukukan umpan gol di babak pertama. Zlatan mencetak gol kemenangan pada menit 67, selepas menerima umpan dari Di Maria.
Hasil kemenangan pada pertandingan 2 leg kala itu, menyingkirkan Chelsea dari ajang Champions League (UCL). Ketika itu PSG melangkah ke perempat final, namun disingkirkan Manchester City.
Namun kondisi kini, PSG terbukti jauh lebih kuat dibanding 9 tahun lalu, pasalnya klub asal Ibu Kota Prancis itu baru saja meraih gelar juara Liga Champions 2025. Bukti kekuatan Les Parisiens juga ditunjukkan dengan tampil baik di CWC 2025.
Pelatih PSG Luis Enrique, menyatakan dengan tegas bahwa ia memiliki ambisi untuk membawa timnya mencetak sejarah dengan meraih gelar juara di final nanti. Ia menyebutkan bahwa keberhasilan PSG untuk mencapai final Piala Dunia Antarklub melawan Chelsea adalah momen yang sangat spesial.
“Kami senang, kami berada di final, dan ini musim luar biasa. Kami ingin memenangkan final ini. Semua orang merasakan panas yang menyengat, sungguh luar biasa bermain di sana. Saya rasa itu memengaruhi kedua tim, tetapi kami terus bermain dan berjuang. Saya rasa ini momen yang indah bagi semua warga Paris,” kata Enrique di situs klub.
Enrique diprediksi menurunkan Gianluigi Donnarumma (kiper); Achraf Hakimi, Marquinhos, Lucas Beraldo, Nuno Mendes; Fabian Ruiz, Vitinha, Joao Neves; Desire Doue, Ousmane Dembele dan Khvicha Kvaratskhelia dengan formasi 4-3-3.
Pemain PSG Fabian Ruiz antusias menatap kans mengakhirinya dengan titel juara dunia. “Sejujurnya saya sedang menjalani momen yang sangat indah dalam karier saya. Rasanya ini salah satu yang terbaik, kalau bukan yang terbaik. Kami baru saja melalui musim yang luar biasa, kami punya satu pertandingan lagi untuk menuntaskannya, jadi saya sangat senang di level personal tapi lebih senang lagi di level tim,” ujarnya di situs FIFA.
Sementara manajer Chelsea, Enzo Maresca, menunjukkan sikap tenang jelang laga final. Ia menegaskan bahwa timnya siap menghadapi Paris Saint-Germain (PSG). “Mereka adalah juara Liga Champions musim ini. Mereka adalah tim hebat, tapi kami juga bangga dan bahagia bisa berada di sini,” ujar Maresca kepada DAZN.
Maresca diprediksi menurunkan Robert Sánchez (kiper); Malo Gusto, Trevoh Chalobah, Tosin Adarabioyo, Marc Cucurella; Moisés Caicedo, Enzo Fernández; Cole Palmer, Pedro Neto, Christopher Nkunku dan João Pedro dengan formasi 4-2-3-1. João Pedro mengaku termotivasi dengan laga nanti.
“Saya pikir itu akan menjadi pertandingan pening, pertandingan yang sangat spesial. Saya datang sepekan lalu dan sekarang saya akan memainkan laga final. Saya sangat senang. Tim menyambut saya sangat baik dan sekarang kami harus melangkah ke depan,” kata Joao Pedro di BBC.***
