PARIS – Paris Saint-Germain (PSG) menjamu Tottenham Hotspur dalam laga fase liga Liga Champions di Parc des Princes, Kamis (27/11) dinihari WIB. PSG mengusung misi balas dendam di laga nanti.
PSG harus bakal tampil tanpa beberapa pemain kunci, seperti Achraf Hakimi yang cedera akibat tekel keras Luis Diaz, Ousmane Dembele dan Désiré Doue.
Absennya mereka mungkin mengurangi kekuatan mereka, namun performa Spurs yang inkonsisten terutama di lini belakang bisa dimanfaatkan oleh PSG untuk meraih kemenangan di kandang sendiri.
PSG juga tetap optimistis dengan kembalinya Bradley Barcola dan Khvicha Kvaratskhelia, yang siap turun sejak awal setelah sebelumnya hanya tampil sebagai pemain pengganti.
Les Parisiens juga mendapatkan dorongan dari kemenangan 3-0 atas Le Havre yang membuat mereka memimpin klasemen Ligue 1.
Pada Agustus lalu, Paris Saint-Germain mengakui kehebatan Spurs dalam ajang Piala Super UEFA 2025, lewat adu penalty setelah bermain imbang 2-2.
Pelatih Luis Enrique saat itu mengaku timnya memang layak kalah. “Selama 80 menit kami tidak pantas menang. Tottenham bermain bagus dan pantas menang. Kami sangat beruntung bisa mencetak dua gol di 10 menit terakhir,”kata Enrique dikutip dari TNT Sports kala itu.
Terkait laga nanti, sudah barang tentu Enrique harus berputar otak agak bisa membalas kekalahan tersebut. “Kami harus fokus dengan laga nanti. Kami harus menjadi diri sendiri dan harus meningkatkan performa. Spurs sangat kuat, maka kami harus lebih baik lagi. Seluruh pemain diminta tanggung jawabnya untuk tampil lebih baik,” kata Enrique di situs klub.
PSG memasuki pertandingan ini dengan semangat tinggi setelah meraih kemenangan di kompetisi domestik. Meskipun kehilangan beberapa pemain inti, taktik yang diterapkan Enrique terbukti efektif dalam beberapa pertandingan terakhir.
Menariknya, PSG belum pernah mengalami kekalahan kandang beruntun di Liga Champions, yang menjadi motivasi tambahan untuk mempertahankan rekor tersebut.
Saat mengalahkan Le Havre di Ligue 1 2025/2026 pekan ke-13, Minggu (23/11) dini hari WIB lalu. PSG menurunkan formasi 4-3-3, dengan menempatkan Lee Kang-in, Goncalo Ramos dan Ibrahim Mbaye di depan. Ketiganya tentu dituntut melakukan sesuatu untuk menggedor pertahanan Spurs.
Di sisi Tottenham Hotspur, pelatih Thomas Frank menghadapi dilema taktis setelah kekalahan telak dari Arsenal. Dengan absennya sejumlah pemain penting seperti Brennan Johnson dan James Maddison, Spurs harus mencari formula terbaik untuk menghadapi PSG. Namun, catatan tak terkalahkan mereka di Liga Champions musim ini menjadi modal berharga, meskipun dua laga tandang terakhir hanya berakhir imbang.
Tottenham harus memperbaiki strategi pertahanan mereka setelah kebobolan empat gol melawan Arsenal. Kehilangan beberapa pemain utama membuat Frank harus memutar otak untuk menemukan susunan terbaik. Kembalinya Ben Davies bisa menjadi faktor positif, namun tantangan berat menanti mereka di Paris, terutama menghadapi lini serang PSG yang terkenal tajam.
Para penggemar tentu berharap menyaksikan aksi spektakuler di lapangan. Pertemuan nanti menambah rivalitas antara kedua klub, dan Spurs tentu bertekad untuk membalas kekalahan tersebut. Laga lainnya adalah FC Copenhagen vs Kairat Almaty, Pafos vs Monaco, Arsenal vs Bayern Munchen, Atletico Madrid vs Inter Milan, Eintracht Frankfurt vs Atalanta, Liverpool vs PSV, Olympiakos vs Real Madrid dan Sporting Lisbon vs Club Brugge.***
