EAST RUTHERFORD – Paris Saint-Germain (PSG) melangkah ke final Piala Dunia Antarklub 2025 usai menghajar Real Madrid 4-0 di MetLife Stadium, Kamis (10/7) dini hari WIB. Les Parisiens pun melanjutkan tren positif yang berlangsung selama setahun terakhir.
Di laga itu, PSG sudah unggul dua gol dalam 10 menit awal. Blunder Raul Asencio di kotak penalti berujung bola direbut Ousmane Dembele dan diselesaikan Fabian Ruiz menjadi gol pada menit ke-6.
Tiga menit berselang, Dembele ikut mencatatkan namanya di papan skor usai merebut bola dari penguasaan Antonio Rudiger dan menaklukkkan kiper Thibaut Courtois dalam duel satu lawan satu.
PSG menutup babak pertama dengan skor 3-0 usai Ruiz mencetak gol kedua pada menit ke-24 lewat asist dari Achraf Hakimi. Goncalo Ramos lalu menegaskan dominasi PSG di babak kedua lewat gol yang ia ciptakan tiga menit jelang waktu normal usai.
Kemenangan atas Madrid merupakan pertandingan ke-64 yang sudah dijalani PSG selama musim 2024-25. Sebelumnya, tim asuhan Luis Enrique telah memenangi Ligue 1, Trophee des Champions, Coupe de France dan Liga Champions pertama dalam sejarah klub.
“Saya merasa luar biasa. Saya pikir kami memulai laga dengan sangat baik dan kami senang dengan penampilan kami. Dengan kondisi yang ada, laga memang berjalan sulit, tetapi kami berada di momen spesial di musim yang spesial,” kata Enrique kepada DAZN.
PSG selanjutnya akan berjumpa Chelsea dalam partai puncak di lokasi yang sama Senin (14/7) pukul 02.00 WIB. Jika menang, maka mereka dipastikan menyapu bersih semua trofi yang bisa mereka raih musim ini.
“Kami akan mencoba (untuk menang). Kami hanya perlu satu langkah lagi melawan tim bagus seperti Chelsea, tetapi kami hampir sampai sampai dan kami ingin membuat sejarah untuk klub kami,” ujar Enrique.
Enrique mengaku dapat banyak ucapan selamat dari fans Barcelona, rival abadi Madrid. Ditambah, Enrique merupakan pelatih yang pernah membawa sukses besar ke Barcelona, di antaranya memenangi treble di 2015.
“Telepon saya penuh dengan pesan dari fans Barcelona, yang mana ini menunjukkan seberapa besar pertandingan tadi. Anda mengerahkan 100 persen kemampuan atas semua yang klub ini wakili, dan kami tahu apa Real Madrid itu, apa mereka sebelumnya, dan apa mereka selanjutnya, seberapa hebat mereka,” ungkap Luis Enrique dikutip Guardian.
Gelandang PSG Fabian Ruiz menyebut timnya menampilkan sepak bola indah.
“Kami bermain sepak bola yang sangat atraktif dan indah, sementara pada saat yang sama tim menunjukkan bahwa mereka ingin menjadi juara di semua turnamen, jadi hanya satu pertandingan tersisa bagi kami,” ujar Ruiz, dikutip dari laman resmi FIFA.
Penampilan gemilang Ruiz memang mewarnai kemenangan PSG. “Rasanya luar biasa. Saya rasa ini adalah pertandingan yang sangat istimewa, sangat luar biasa bisa berada di lapangan ini melawan tim hebat seperti Real Madrid. Saya rasa seluruh tim bermain dengan sangat baik. Saya senang dengan pekerjaan yang telah kami lakukan, karena menjadi MVP, yang merupakan gelar pertama saya di turnamen ini. Sejujurnya, menerima penghargaan seperti ini selalu menjadi hal yang sangat istimewa. Saatnya merayakan bahwa kita kini berada di final lagi,” kata Ruiz.
Pemain berkebangsaan Spanyol tersebut mengatakan jika musim ini merupakan musim yang berkesan, terlebih jika PSG dapat meraih gelar juara Piala Dunia Antarklub. “Sejujurnya, saya sedang menjalani momen yang sangat indah dalam karir saya. Saya pikir ini salah satu yang terbaik, bahkan mungkin yang terbaik. Kami baru saja melewati musim yang luar biasa, kami hanya punya satu pertandingan lagi untuk menyelesaikannya, jadi saya sangat senang secara pribadi, tetapi lebih dari itu, secara tim,” ungkap Ruiz.
Sementara pelatih Madrid, Xabi Alonso mengakui kekalahan timnya. Tapi ia mengingatkan bahwa eranya di Madrid baru saja dimulai musim panas ini sementara PSG sudah dibangun dua tahun oleh Enrique.
“Di awal, kemundurannya cukup besar dengan ketertinggalan 0-2. Kami sejak awal tahu tugasnya sudah sangat berat melawan Paris, apalagi tertinggal dua gol setelah 10 menit. Saat ini, perasaannya bukan yang terbaik. Tapi kami bakal perlu belajar dari kekalahan ini,” kata Alonso di DAZN.
Ia juga mengaku salah karena memainkan terlalu banyak pemain depan. Alonso memang memainkan tiga penyerang sebagai starter; Kylian Mbappe, Vinicius Junior yang didukung pemain muda Gonzalo Garcia. “Tidak diragukan lagi. Ini di luar ekspektasi kami,” kata suksesor Carlo Ancelotti itu.***
