Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meninjau pembebasan lahan normalisasi Ciliwung kawasan Cawang, Jakarta Timur, Kamis (29/1).
JAKARTA (LB)- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung kembali melanjutkan proyek normalisasi Sungai Ciliwung pada Kamis (29/1). Pramono mengatakan, normalisasi Sungai Ciliwung dilanjutkan setelah sempat terhenti sejak 2017.
“Ini adalah bagian untuk mengatasi banjir jangka menengah yang ada di Jakarta. Normalisasi Sungai Ciliwung ini sempat terhenti dari tahun 2017 dan kita lanjutkan kembali,” ucap Pramono saat meninjau pembebasan lahan normalisasi Ciliwung di wilayah Cawang, Jakarta Timur, Kamis (29/1). Adapun proyek normalisasi terbagi menjadi dua segmen. Segmen pertama dari Pintu Air Manggarai hingga MT Haryono sepanjang 7 kilometer, dengan rencana tanggul 14,99 kilometer.
Segmen kedua dari MT Haryono hingga TB Simatupang sepanjang 12,89 kilometer, dengan rencana tanggul 18,7 kilometer.
Saat ini, total tanggul yang sudah dibangun mencapai 17,14 kilometer dari 33,69 kilometer.
Pramono menegaskan, pembebasan lahan dilakukan langsung oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) tanpa melalui pihak ketiga. Nantinya, rumah warga yang dibongkar akan diganti untung. Warga juga dapat memilih menempati rumah susun yang disediakan Pemprov DKI, dengan persyaratan tertentu.
Setiap lahan di pinggiran Ciliwung diberi tanda warna sesuai tahapannya: Lahan dengan warna merah menandakan pembayaran ganti rugi sudah dilakukan. Sementara itu, lahan yang akan dibayarkan pada minggu berikutnya diberi warna pink. Kemudian, lahan yang diberi warna kuning masih dalam tahap proses pemberkasan.
“Saya menginginkan normalisasi Ciliwung ini berjalan dengan tidak ribut-ribut. Dan teman-teman pasti enggak menyangka bahwa kami sudah melakukan pembebasan yang cukup masif di tempat ini. Dan itu memang dilakukan secara adem ayem, senyap lah,” kata Pramono.
Di sisi lain, Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (Kakanwil BPN) Jakarta, Erry Juliani Pasoreh, menyampaikan, proses pembebasan lahan di wilayah Cawang dan Cililitan hampir selesai. “Kerja sama antara wali kota, camat, lurah, Dinas SDA, serta tim P2T berjalan baik, sehingga proses ini terlaksana tanpa gejolak,” kata Erry. Kepala Dinas SDA DKI Jakarta, Ika Agustin menekankan pentingnya pengendalian Ciliwung sebagai salah satu aliran utama dari 13 sungai di Jakarta. Setelah direalisasikan, normalisasi Ciliwung ini bisa menekan banjir hingga 40 persen.
“Kalau kita bisa mengendalikan Ciliwung, maka kita bisa menyelesaikan persoalan DAS Ciliwung sebesar 40 persen di DAS Ciliwung,” ungkap Ika. *
